Sebelum Ramadan tiba, suasana haru dan syukur terasa di Aceh Barat. Sekitar 6.000 kepala keluarga yang rumahnya terdampak banjir bandang, akhirnya bisa tersenyum. Mereka menerima bantuan daging segar untuk tradisi meugang, yang datang langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Penyalurannya merata, menjangkau sembilan kecamatan tepat sebelum bulan puasa tahun 1447 Hijriah dimulai.
“Alhamdulillah, semua daging bantuan Presiden sudah kita salurkan ke masyarakat,”
kata Teuku Ronald Nehdiansyah, Pelaksana Tugas Kepala BPBD setempat, kepada para wartawan Rabu lalu. Suaranya terdengar lega.
Bantuan ini bukan hal kecil. Ia bagian dari program besar pemerintah pusat yang menyiapkan dana hingga Rp72,75 miliar. Tujuannya: menghidupkan kembali tradisi meugang di 19 wilayah Aceh yang porak-poranda diterjang bencana, mulai dari banjir sampai gempa. Presiden sendiri memberi perintah khusus: bantuan harus berupa daging segar, bukan uang tunai. Aturan itu tertuang jelas dalam sebuah Surat Edaran Mendagri.
Menurut Ronald, agar dagingnya benar-benar fresh, pemotongan hewan ternak dilakukan secara terpusat di tiap kecamatan. Dari sana, distribusi ke warga berjalan cepat.
Ceritanya, dana bantuan itu sudah lebih dulu ditransfer ke rekening daerah masing-masing pada 10 Februari lalu. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang mengonfirmasi hal ini. Pemerintah daerah pun ditegas untuk segera membeli sapi dan menyalurkan dagingnya, paling lambat sehari sebelum Ramadan. Tidak ada waktu untuk ditunda.
Nah, dari total dana segunung itu, Aceh Barat mendapat jatah sekitar Rp1 miliar. Daerah lain yang juga menerima bantuan cukup banyak, antara lain Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Timur, Pidie, sampai ke Simeulue. Secara keseluruhan, ada 1.455 desa yang tercover.
Bagi masyarakat Aceh, meugang itu sakral. Tradisi turun-temurun ini bukan sekadar makan daging. Ia adalah momen berkumpul dengan keluarga dan tetangga, simbol kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam menyambut Ramadan.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, tak menyembunyikan rasa terima kasihnya. Dia bilang, bantuan ini sangat berarti bagi warga yang masih berusaha bangkit dari musibah banjir.
"Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan memastikan mereka dapat merayakan tradisi meugang dengan layak,"
ujarnya.
Namun begitu, bantuan ini tidak tanpa pertanggungjawaban. Pemerintah Aceh mewajibkan setiap daerah penerima untuk melaporkan realisasinya. Mereka harus kirim dokumentasi foto atau video, plus laporan singkat, maksimal tiga hari setelah Ramadan dimulai. Semua itu sebagai bentuk transparansi dan laporan kembali ke Presiden.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Muara Enim Ditangkap OTT Kasus Dugaan Gratifikasi Proyek Irigasi Rp 1,6 Miliar
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H/2026 M untuk Wilayah Medan dan Sekitarnya
Satpol PP DKI Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan
Kementerian HAM Kembangkan Desa Sadar HAM dan Kampung Redam untuk Cegah Konflik