Menurut Sturman, Komisi VI meminta kedua bank untuk melakukan kajian mendalam. Mereka diminta meninjau ulang dampak potensial dari kebijakan penghapusan tersebut terhadap kesehatan dan stabilitas keuangan masing-masing institusi. Di sisi lain, Sturman menegaskan bahwa tidak ada pembahasan khusus mengenai rencana aksi korporasi dalam pertemuan itu.
Proyeksi Pertumbuhan dan Sikap terhadap Revisi OJK
Usai rapat, suasana di lobi parlemen terlihat cukup sibuk. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, memilih untuk tidak memberikan keterangan pers. Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, bersedia menyampaikan sejumlah poin penting mengenai rencana bisnis banknya.
Riduan mengungkapkan, Mandiri mempertahankan target pertumbuhan kredit pada kisaran 7 hingga 9 persen untuk tahun 2026. Target ini dipertahankan meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah meminta kalangan perbankan untuk mengevaluasi dan merevisi proyeksi bisnis mereka, menyikapi dinamika ekonomi yang berubah.
“Jadi kami teruskan saja dengan RBB yang ada sekarang. Nanti Juni mungkin baru kita lihat perkembangannya untuk revisi atau enggak,” jelas Riduan.
Ia menambahkan bahwa sejauh ini, kinerja operasional Bank Mandiri bahkan kerap melampaui target yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disusun pada akhir tahun sebelumnya. Pernyataan ini mengindikasikan keyakinan internal terhadap ketahanan dan strategi bisnis yang telah dijalankan.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang
Sidang Perdana Tiga Prajurit Kopassus Terkait Pembunuhan Kepala Bank
Arus Tol Menuju Jakarta Padat Usai Libur Panjang Paskah
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%