Melalui program Mini MM, harapannya para guru dan pimpinan di Strada punya energi lebih besar untuk melakukan terobosan. Mereka bisa memperbaiki kelembagaan dengan cara yang lebih baik. Romo Odemus juga menyoroti dua materi penting: kepemimpinan dan pemasaran.
“Materi leadership harus bantu kami bergerak dengan visi yang jelas, memberi dampak nyata,” tambahnya. “Program marketing juga penting, biar layanan kami makin dikenal masyarakat.”
Pendapat senada datang dari Dr. Wendra dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Baginya, kerja sama ini lebih dari sekadar dokumen administratif. Ini adalah komitmen kolaboratif yang diharapkan bisa memberikan dampak nyata.
“Harapannya, ini jadi awal kemitraan jangka panjang,” pungkas Dr. Wendra. “Kemitraan yang produktif dan benar-benar berkontribusi untuk penguatan ekosistem pendidikan nasional kita.”
Jadi, kerjasama ini memang tampak menjanjikan. Tinggal nanti eksekusinya di lapangan. Semoga saja kolaborasi ini tak hanya wacana, tapi benar-benar berbuah manis bagi mutu pendidikan.
Artikel Terkait
Polisi Buru Preman Diduga Aniaya Tuan Hajatan hingga Tewas di Purwakarta
Libur Panjang Paskah, 73 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor
Konflik Timur Tengah Tekan Rupiah, Analis Soroti Peluang Obligasi dan Saham Domestik
Kopassus Berduka, Mayor Zulmi Gugur dalam Tugas Dikenang sebagai Teladan