PPM Manajemen dan Perkumpulan Strada Kolaborasi Tingkatkan SDM Pendidikan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 15:00 WIB
PPM Manajemen dan Perkumpulan Strada Kolaborasi Tingkatkan SDM Pendidikan

Jakarta, Jumat (13/2) lalu, ada momen yang cukup penting di dunia pendidikan. Di Gedung Perkumpulan Strada, Jakarta Pusat, dua lembaga sepakat berkolaborasi. PPM Manajemen, yang diwakili Ketua Umum Pengurus Yayasan PPM Tjahjono Soerjodibroto, menandatangani Nota Kesepahaman dengan Perkumpulan Strada. Intinya sih, mereka mau bareng-bareng tingkatkan kualitas SDM di sektor pendidikan, khususnya lewat pengembangan manajemen dan kepemimpinan.

Nah, menurut Tjahjono, langkah ini bukan sekadar formalitas. Dia melihat Perkumpulan Strada sedang bersiap untuk sebuah akselerasi besar. “Ini lompatan tinggi,” ujarnya pada Rabu (18/2). Tujuannya jelas: menghadirkan standar pendidikan yang lebih relevan dan dampaknya bisa lebih luas. Dia pun mengapresiasi visi besar yang diusung Strada.

Lalu, bentuk kerjasamanya seperti apa? Salah satu yang akan segera dijalankan adalah program Mini MM. Nantinya, penyelenggaraannya dipercayakan kepada PPM School of Management. Di sisi lain, Strada juga mendorong para gurunya untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, magister hingga doktoral. Ini dianggap sebagai investasi intelektual untuk jangka panjang.

“Kombinasi antara penguatan kompetensi praktis lewat Mini MM dan pendalaman akademik formal ini,” jelas Tjahjono, “akan melahirkan pemimpin pendidikan yang unggul dan punya visi strategis.”

Acara penandatanganan itu sendiri dihadiri sejumlah tokoh kunci. Dari PPM Manajemen hadir Tjahjono, Dr. Wendra, AC Mahendra K. Datu, Ph.D., dan Aries Heru Prasetyo, Ph.D. Sementara dari Perkumpulan Strada, hadir Romo Josephus Ageng Marwata, SJ selaku Ketua Pengurus, dan Romo Odemus Bei Witono, SJ, M.M. selaku Direktur.

Romo Odemus, dalam kesempatan itu, menekankan soal pentingnya penguatan personalia. Baginya, ini adalah kunci utama transformasi. “Personalia itu ibarat akar pohon,” jelasnya. “Akar yang menghidupi dan menyuburkan, sehingga akhirnya menghasilkan buah yang melimpah.”

Melalui program Mini MM, harapannya para guru dan pimpinan di Strada punya energi lebih besar untuk melakukan terobosan. Mereka bisa memperbaiki kelembagaan dengan cara yang lebih baik. Romo Odemus juga menyoroti dua materi penting: kepemimpinan dan pemasaran.

“Materi leadership harus bantu kami bergerak dengan visi yang jelas, memberi dampak nyata,” tambahnya. “Program marketing juga penting, biar layanan kami makin dikenal masyarakat.”

Pendapat senada datang dari Dr. Wendra dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Baginya, kerja sama ini lebih dari sekadar dokumen administratif. Ini adalah komitmen kolaboratif yang diharapkan bisa memberikan dampak nyata.

“Harapannya, ini jadi awal kemitraan jangka panjang,” pungkas Dr. Wendra. “Kemitraan yang produktif dan benar-benar berkontribusi untuk penguatan ekosistem pendidikan nasional kita.”

Jadi, kerjasama ini memang tampak menjanjikan. Tinggal nanti eksekusinya di lapangan. Semoga saja kolaborasi ini tak hanya wacana, tapi benar-benar berbuah manis bagi mutu pendidikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar