MURIANETWORK.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan akses fasilitas kesehatan (faskes) milik Polri bagi seluruh buruh peserta BPJS Kesehatan. Peresmian ini dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di pabrik PT Victory Chingluh Indonesia, Kabupaten Tangerang, Senin (16 Februari 2026). Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen institusi kepolisian untuk mendukung kesejahteraan pekerja dengan memperluas pilihan layanan kesehatan mereka.
Instruksi untuk Seluruh Fasilitas Kesehatan Polri
Dalam sambutannya di hadapan para pekerja, Kapolri menyatakan telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Perintah itu memastikan bahwa faskes Polri di berbagai daerah siap melayani peserta BPJS dari kalangan buruh. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban pekerja, terutama di kawasan industri dengan populasi buruh yang padat.
"Saya sudah instruksikan terhadap rekan-rekan buruh yang mendapatkan pelayanan BPJS, silakan menggunakan fasilitas-fasilitas kesehatan milik Polri di seluruh Indonesia. Kemudian ada pilihan-pilihan yang lebih banyak bagi teman-teman buruh untuk masalah kesehatan," ujar Listyo.
Fokus pada Wilayah dengan Kebutuhan Tinggi
Implementasi kebijakan ini tidak dilakukan secara serampangan. Kapolri menegaskan bahwa Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri telah diminta untuk memprioritaskan dan menyiapkan kapasitas layanan di lokasi-lokasi yang dinilai paling membutuhkan. Pendekatan ini bertujuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif menjawab tantangan di lapangan.
Menurutnya, "Khususnya di wilayah-wilayah yang memang di situ dibutuhkan pelayanan dari teman-teman serikat buruh."
Dukungan Melampaui Layanan Kesehatan
Komitmen Polri tidak berhenti pada penyediaan akses kesehatan semata. Listyo Sigit Prabowo juga menggarisbawahi bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan terkait perlindungan hak-hak pekerja. Upaya holistik ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.
"Pemerintah menginginkan hubungan industrial bisa berjalan dengan baik sehingga di satu sisi perusahaan terus bisa berjalan. Tentunya dengan buruh-buruh yang bekerja juga bisa mendapatkan kesejahteraan," jelasnya.
Sinergi dengan Program Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri turut menyoroti program hilirisasi industri yang digalakkan pemerintah. Ia melihat program strategis ini memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru di berbagai sektor. Dukungan terhadap kesejahteraan buruh, termasuk melalui layanan kesehatan, menjadi fondasi penting dalam menyambut peluang tersebut.
"Harapannya ini juga bisa memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kemudian bisa mendapatkan lapangan pekerjaan," ungkap Kapolri menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Survei: 95,5% Warga Jabar Puas dengan Dedi Mulyadi, Pengamat Ingatkan Bahaya Kultus
Prancis Buka Penyidikan Pembunuhan atas Aktivis Kanan Tewas dalam Kerusuhan Lyon
BPKN Desak Produsen Tarik Galon Plastik Tua yang Berpotensi Bahaya
Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka Siap Sambut Ramadan dengan Persiapan Menyeluruh