Laidu Lampion Ramaikan Festival Imlek di Makassar
Suasana Nipah Park di Makassar pada pertengahan Februari 2026 lalu terasa berbeda. Keramaian dan warna-warni khas Imlek memenuhi area lantai satu. Di tengah hiruk-pikuk Nipah Eats Mee – Imlek Culinary Festival yang berlangsung 11-22 Februari itu, sebuah stan lembaga kursus bahasa Mandarin, Laidu Lampion Education, tampak aktif menyapa pengunjung.
Kehadiran mereka bukan tanpa alasan. Festival yang penuh dengan bazar kuliner, pertunjukan barongsai, hingga kompetisi ini dinilai sebagai momen yang tepat. Strategis, untuk menjangkau masyarakat luas, terutama anak-anak dan remaja, yang berkunjung.
Menurut Dian Aditya Ning Lestari, PIC Sosialisasi Laidu, acara semacam ini punya makna penting sebagai sarana edukasi publik.
“Ini momen kami menyampaikan bahwa memahami Bahasa China sekarang sama pentingnya dengan bahasa Inggris. Kebutuhannya nyata, baik untuk dunia kerja maupun pendidikan,” jelas Dian.
Dia melihat, arus globalisasi dan gempuran perkembangan ekonomi-teknologi Asia membuat skill berbahasa Mandarin kian dicari. Bukan cuma soal peluang komunikasi internasional. Tapi juga akses ke pendidikan global, beasiswa, dan tentu saja, karier di berbagai sektor.
Di stan mereka, Laidu memperkenalkan program pelatihan yang dirancang untuk berbagai usia. Mulai anak-anak sampai dewasa. Metodenya interaktif, menekankan praktik komunikasi langsung, plus persiapan untuk ujian sertifikasi macam HSK atau YCT. Yang menarik, pemahaman budaya jadi bagian yang tidak dipisahkan dari belajar bahasanya.
Admin Laidu, Julia Nada Murni, juga merasakan atmosfer festival. Baginya, keterlibatan ini memberikan pengalaman berharga.
“Acaranya seru dan menarik. Ada pertunjukan Barongsai yang hidup, yang bikin kita lebih paham Budaya China. Ini sejalan dengan visi Laidu,” ungkap Julia.
Pada akhirnya, partisipasi Laidu Lampion Education di festival kuliner Imlek itu bukan sekadar promosi biasa. Mereka berharap bisa membangun kesadaran bahwa belajar bahasa Mandarin sejak dini itu perlu. Selain sebagai bekal menghadapi dunia yang makin kompetitif, juga jadi jembatan untuk mempererat pemahaman lintas budaya. Langkah awal yang sederhana, tapi bermakna.
Artikel Terkait
Ribuan Biota Laut Mati Diduga Akibat Pencemaran, Aktivitas Nelayan Tangerang Terhenti
Polres Jaksel Kerahkan Operasi Gabungan Amankan Perayaan Imlek 2026
Pelatih Hungaria Ungkap Mimpi Szoboszlai ke Real Madrid, tapi Masa Depan di Liverpool Masih Kuat
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 12 Warga Palestina Meski Gencatan Senjata Diperpanjang