Untuk program PBI JKN khususnya, prosesnya melibatkan koordinasi berjenjang. Setelah Kemensos menetapkan daftar penerima, hasilnya disampaikan terlebih dahulu kepada Kementerian Kesehatan. Dari sana, data kemudian diteruskan kepada BPJS Kesehatan untuk eksekusi lebih lanjut.
"BPJS Kesehatan kemudian bekerja sama dengan fasilitas kesehatan untuk bekerja sama melayani para peserta BPJS Kesehatan khususnya dari PBI," sambungnya.
Komitmen Perbaikan dan Peran Aktif Masyarakat
Menyadari bahwa pemutakhiran data adalah proses berkelanjutan, Gus Ipul menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat mekanisme yang ada. Langkah ini diambil sesuai arahan untuk memastikan basis data semakin andal dari waktu ke waktu.
"Nah untuk supaya data kita lebih akurat sesuai arahan pak Menko (Muhaimin) kita akan terus perkuat ya mekanisme-mekanismenya," jelasnya.
Di sisi lain, ia juga mengajak partisipasi aktif dari masyarakat. Warga didorong untuk terlibat dalam proses perbaikan data melalui berbagai saluran pengaduan dan verifikasi yang tersedia, seperti call center, layanan WhatsApp, maupun platform Cek Bansos. Partisipasi publik ini dianggap vital untuk menangkap dinamika dan perubahan kondisi di lapangan secara real-time.
"Kami akan segera tindak lanjuti di lapangan bersama BPS, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan," ungkapnya menutup pernyataan, menegaskan bahwa komitmen tersebut akan diwujudkan dalam aksi nyata bersama seluruh pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
Inflasi Maret 2026 Terkendali di Sasaran, BI Optimis Tren Berlanjut
Jumat Agung 2026 Diperingati 3 April, Berikut Link Twibbon untuk Ibadah Digital
Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Direncanakan Dipulangkan Akhir Pekan Ini
Wakil Ketua Komisi IX DPR Dukung WFH, Sarankan Rabu sebagai Hari Ideal