MURIANETWORK.COM - Arus lalu lintas menuju kawasan Puncak, Bogor, diprediksi akan mengalami kepadatan ekstrem seiring dengan gelombang libur panjang tahun baru Imlek 2577 Kongzili. Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Satlantas Polres Kota Bogor telah menetapkan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem ganjil-genap dan satu arah, yang akan berlaku selama empat hari mulai Sabtu, 14 Februari 2026. Wisatawan direkomendasikan untuk memilih waktu perjalanan di luar jam sibuk atau mempertimbangkan sejumlah jalur alternatif.
Rekayasa Lalu Lintas Menyambut Libur Panjang
Menyikapi potensi lonjakan kendaraan, aparat kepolisian telah menyusun skenario pengaturan arus yang ketat. Kebijakan ganjil-genap dan sistem satu arah di jalur utama Puncak-Bogor akan diterapkan secara penuh selama periode libur nasional, termasuk pada hari cuti bersama. Langkah ini diambil sebagai upaya pre-emptif untuk mencegah kemacetan total yang kerap terjadi di akhir pekan panjang.
Kepala Bagian Operasi Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto, menegaskan bahwa penentuan waktu penerapan disesuaikan dengan kalender resmi. “Untuk ganjil genap kami berlakukan mulai hari Sabtu sampai dengan hari Selasa, termasuk saat cuti bersama. Karena itu sudah masuk kategori libur nasional,” jelasnya.
Pilihan Rute Alternatif via Sentul
Bagi pengendara yang ingin menghindari kemungkinan terjebak kemacetan atau pembatasan nomor kendaraan, tersedia beberapa opsi rute lain. Melalui wilayah Sentul, perjalanan dari arah Jakarta atau Depok bisa menjadi solusi. Dari Tol Sentul Selatan, kendaraan dapat dialihkan menuju kawasan seperti Babakan Madang atau Bukit Pelangi (Rainbow Hills), yang pada akhirnya akan mengarah ke Jembatan Megamendung sebagai gerbang menuju Puncak.
Setelah tiba di Jembatan Megamendung, pengemudi disarankan untuk belok kanan di samping kawasan Vimala Hills, melewati Simpang Gadog. Pilihan lain adalah mengambil belokan kanan ke Jalan Cikopo Sel Megamendung. Rute ini, meski menawarkan pemandangan yang lebih asri dan jalur yang berliku, akan membawa pengendara tembus ke kawasan Taman Safari Indonesia.
Memilih jalur alternatif memang membutuhkan waktu tempuh yang mungkin lebih lama dan kehati-hatian ekstra, terutama di bagian jalan yang menanjak dan sempit. Namun, langkah ini seringkali menjadi pengorbanan yang sepadan untuk menghemat waktu dan menghindari stres akibat terjebak dalam lautan kendaraan di jalur utama.
Artikel Terkait
Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026
Trump Janjikan Dukungan Serangan Israel ke Iran Jika Perundingan Gagal
Puluhan Komputer dan Tablet SD di Cibinong Raib Diduga Dicuri
Laidu Lampion Edukasi Masyarakat Pentingnya Bahasa Mandarin di Festival Imlek Makassar