Prasetyo: RS di Sumatera Sudah Beroperasi, Meski Belum Optimal

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:48 WIB
Prasetyo: RS di Sumatera Sudah Beroperasi, Meski Belum Optimal

Di Medan, Sabtu lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan kabar yang cukup menggembirakan. Ia menyebutkan, hampir semua rumah sakit di Sumatera yang sempat lumpuh akibat bencana, kini sudah bisa beroperasi lagi. Meski begitu, pelayanannya belum bisa dibilang optimal. "Belum seoptimal yang seharusnya," katanya.

Prasetyo tak merinci satu per satu nama rumah sakit yang dimaksud. Tapi, setidaknya, ini jadi secercah harapan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan pasca musibah.

Semangat Gotong Royong

Dalam kesempatan yang sama, ia tak lupa mengucapkan terima kasih. Rasa syukur itu ditujukan kepada semua pihak yang turun tangan membantu proses pemulihan yang berat ini.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kerja keras TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Pemprov, Pemkab, relawan-relawan ya, dan juga bantuan dari seluruh masyarakat, baik perusahaan, perorangan," ucap Prasetyo.

Ia lalu menyelipkan pesan dari Presiden. "Sebagaimana yang selalu disampaikan Bapak Presiden inilah kebersamaan kita, kekeluargaan kita, kegotongroyongan kita dan tidak ada satu pun yang boleh kita tinggalkan, di saat Saudara-Saudara kita mengalami penderitaan, kita semua harus ikut merasakan dan ikut meringankan," sambungnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan apresiasi khusus. Masyarakat Aceh dan Sumut dinilainya telah memberikan penyambutan yang luar biasa hangat kepada Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke lokasi bencana.

"Terima kasih atas penyambutan luar biasa kepada Bapak Presiden, mohon maaf bilamana ada hal kurang berkenan bagi seluruh masyarakat Aceh, maupun masyarakat Sumut pada saat menerima kunjungan Bapak Presiden," ujarnya.

Pemulihan dan Relokasi

Soal pemulihan total, Prasetyo mengaku realistis. Prosesnya tidak akan singkat. Bisa makan waktu berbulan-bulan, katanya.

"Mungkin hitungan bulan ya," jelasnya. "Jadi beberapa proses secara paralel dilakukan, penanganan tanggap darurat dilakukan, kemudian mulai dipikirkan untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi termasuk menghitung berapa rumah yang terdampak baik yang skala berat, menengah, maupun skala ringan."

Di sisi lain, pemerintah sudah bergerak lebih jauh. Mereka sedang menyiapkan opsi relokasi untuk warga yang rumahnya rusak parah dan tidak memungkinkan lagi untuk ditinggali.

"Jadi dari 52 kabupaten/kota yang terdampak sudah kita inventarisasi tanah-tanah negara maupun tanah-tanah yang saat ini pengelolaannya diserahkan kepada pihak-pihak tertentu untuk nantinya akan dialokasikan sebagai titik-titik relokasi dari saudara-saudara kita yang kemarin terdampak," pungkas Prasetyo menutup penjelasannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler