MURIANETWORK.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk mengawal pemulihan wilayah terdampak bencana di sepanjang Sumatera, dari Aceh hingga Sumatera Barat. Pernyataan ini disampaikan langsung saat meninjau hunian sementara di Tapanuli Tengah, Minggu (15/2/2026), didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi. Fokus utama adalah memastikan distribusi logistik dan perbaikan infrastruktur berjalan optimal demi keselamatan dan pemulihan kehidupan warga.
Peninjauan Langsung dan Komitmen Siaga
Dalam kunjungannya ke Asrama Haji Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kapolri menyempatkan diri melihat langsung kondisi hunian sementara (huntara). Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari evaluasi lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Di lokasi inilah, Jenderal Sigit kembali menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
"Saya memerintahkan jajaran untuk terus siaga mengantisipasi potensi bencana susulan. Polri akan terus hadir memastikan keselamatan warga dan pemulihan pascabencana berjalan optimal," tegasnya.
Bantuan Konkret untuk Pemulihan
Sebagai wujud nyata dukungan, Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI menyerahkan secara simbolis 16 truk berisi bantuan sosial kemanusiaan. Bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi yang masih bertahan di huntara.
"Pada kegiatan tersebut disalurkan 16 truk bantuan sosial kemanusiaan untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana," imbuh Kapolri.
Isi bantuan tersebut cukup komprehensif, mulai dari sembako, pakaian, seragam sekolah, hingga alat tulis. Tak hanya kebutuhan sehari-hari, bantuan juga mencakup material pembangunan seperti semen, serta perlengkapan ibadah seperti karpet masjid, Al-Qur'an, mukena, dan sarung. Untuk mendukung kesehatan lingkungan, turut disalurkan truk tangki air bersih dan unit pengolah air mobile.
Rangkaian Aksi dan Perbaikan Infrastruktur
Aksi kemanusiaan di Tapteng ini merupakan bagian dari rangkaian operasi yang lebih luas. Sebelumnya, dari Mapolda Sumut, telah dilepas 22 kontainer bantuan yang menjangkau sekitar 40 ribu penerima manfaat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain bantuan logistik, perhatian serius juga diberikan pada perbaikan infrastruktur vital yang rusak. Secara virtual, Kapolri memantau progres pembangunan dua Jembatan Bailey di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang sangat penting untuk menghubungkan kembali komunitas yang terisolasi.
"Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus memperhatikan masyarakat kita yang masih terdampak. Ini juga bentuk wujud kehadiran negara," jelasnya mengenai pemantauan tersebut.
Dukungan dan Sinergi Antar Lembaga
Operasi kemanusiaan ini didukung penuh oleh sejumlah pejabat tinggi Mabes Polri, seperti Kabaintelkam, Dankorbrimob, Astamaops Kapolri, dan Kapusdokkes Polri. Kehadiran mereka menegaskan bahwa penanganan bencana menjadi prioritas utama institusi.
Sinergi dengan pemerintah daerah juga tampak kuat dengan kehadiran Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menyinkronkan bantuan dari pusat dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, turut mengapresiasi respons cepat Polri. Ia berharap sinergi antarlembaga ini dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak, mengembalikan denyut kehidupan di wilayah yang sempat terpuruk.
Artikel Terkait
Kemnaker Naikkan Uang Saku Peserta Magang Nasional, Ikuti Kenaikan UMP 2026
Prancis dan AS Sita 2,4 Ton Kokain dari Kapal di Pasifik
Pasar Game Indonesia Tumbuh, Ini 5 Peluang Bisnis untuk Pemula
Korlantas Polri Operasikan Drone ETLE di Tol Jakarta-Cikampek untuk Awasi Truk ODOL