Suasana Car Free Day di Sudirman-Thamrin pekan ini terasa istimewa. Ramai sekali. Tampak jelas antusiasme warga yang memadati kawasan, terutama di sekitar Bundaran HI, untuk berolahraga atau sekadar jalan-jalan sambil berfoto-foto. Ini adalah pekan terakhir sebelum bulan Ramadan tiba, dan sepertinya banyak orang ingin menikmati momen itu.
Seorang pengunjung, Toto dari Tanah Kusir, mengaku merasakan kemeriahan yang berbeda. Menurutnya, CFD kali ini seperti ajang berkumpul sebelum memasuki bulan suci.
“CFD-nya meriah banget. Ini kan kayak orang munggah, berkumpul sama keluarga gitu? Iya, kebetulan besok mau puasa, jadi minggu ini kan minggu terakhir. Mungkin buat yang muslim, ini hari terakhir buat kegiatan di Car Free Day,” ujar Toto, Minggu (15/2/2026).
Dia dan istrinya memang rutin datang tiap minggu dengan sepeda tandem mereka. Tapi pekan ini, ada niat khusus: berkeliling menikmati suasana dari Bundaran HI sampai ke Senayan. “Kalau nggak ada acara penting lain, CFD itu pasti. Kita "gowes" sebelum Ramadan, ya ini,” tambahnya sambil tertawa.
Di sisi lain, ada Syifa dan temannya, Dinda. Mereka sengaja datang karena kebetulan sama-sama libur. “Iya, kita puas-puasin dulu sebelum puasa,” kata Syifa. Rencananya mendadak, janjian bareng-bareng untuk menikmati CFD. Saat Ramadan nanti, ia mengaku akan tetap berolahraga, tapi waktunya bergeser. “Tetap olahraga, tapi malam sih kalau puasa,” jelasnya.
Namun begitu, tidak semua orang akan absen. Udi, warga Pulogadung, mengaku akan tetap aktif bersepeda selama Ramadan. Baginya, olahraga saat puasa itu penting.
“Tetap "gowes". Pagi juga masih tetap, cuma kadang-kadang sore juga,” katanya mantap.
Tapi ia mengakui, suasana CFD di bulan Ramadan pasti berubah drastis. Menurut pengalamannya, keramaian akan menyusut. “Bisa 60% pesertanya hilang. Lebih sepi, pedagang juga nggak ada. Ya kalau pas puasa lebih lenggang aja, buat sepeda juga jadi enak sih,” ucap Udi, menggambarkan sisi lain dari CFD yang justru ia tunggu.
Jadi, keramaian pekan ini seperti puncak perayaan kecil. Sebuah ritual mingguan yang dirayakan lebih keras sebelum jeda yang tenang. Ada yang pamitan, ada pula yang justru menanti kelengangan itu.
Artikel Terkait
Menpora Erick Thohir: Atlet Disabilitas Akan Dapat Pendampingan Literasi Keuangan
Titiek Soeharto dan Kapolri Tinjau Korban Banjir Tapteng, Salurkan Bantuan Logistik dan Teknologi Air Bersih
KPK Soroti Celah Diskresi dan Sistem Data di Bea Cukai Pemicu Korupsi
Real Madrid Puncaki Klasemen Usai Hajar Real Sociedad 4-1