Irjen Johnny Isir menambahkan bahwa respons cepat telah dilakukan dengan mengerahkan personel dari Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua.
“Tapi dengan kejadian ini, personel dari Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua kemudian sudah bergeser ke sana, tadi yang saya sampaikan, relatif kemudian situasi bisa terkendali,” ungkapnya.
Dampak pada Warga dan Upaya Penenangan
Insiden ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan penduduk. Laporan dari lapangan menyebutkan setidaknya 39 warga memilih mengungsi sementara untuk alasan keamanan pribadi. Aparat berharap mereka dapat segera kembali ke rumah masing-masing seiring dengan pemulihan kondisi keamanan yang terus dipantau.
Komitmen untuk melindungi warga ditegaskan kembali. Kehadiran aparat TNI-Polri di sekitar bandara dan permukiman warga diharapkan dapat menjaga stabilitas serta meredam keresahan yang timbul. Pengamanan diperkirakan akan terus berlanjut hingga situasi dinilai benar-benar kondusif dan normal.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang, bersikap waspada, dan tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Koordinasi yang erat antara pihak keamanan dan tokoh masyarakat setempat menjadi kunci dalam memulihkan ketenangan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Yamaha Imbau Pemeriksaan Motor Usai Mudik Lebaran
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara