MURIANETWORK.COM - Kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan telah melahap sekitar 10 hektare di Jalan Parit Jawa, Dusun Sungai Mesim 2, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Peristiwa yang bermula sejak Rabu (11/2) ini hingga Sabtu (14/2/2026) masih ditangani oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, dan warga, meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem dan keterbatasan sumber air.
Pemadaman Berlanjut, Titik Api Masih Banyak
Hingga hari keempat, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Tim yang terdiri dari personel Polsek Rupat, Koramil 04/Rupat, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) berjibaku mengatasi puluhan titik api yang tersebar di satu hamparan luas.
Kapolsek Rupat AKP Faisal menjelaskan bahwa pemantauan melalui aplikasi dashboard Lancang Kuning masih mencatat 43 titik hotspot di kawasan tersebut. Titik-titik inilah yang menjadi fokus utama operasi pemadaman saat ini.
"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi semak belukar dan kebun sawit dengan jenis tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan," jelas AKP Faisal, Sabtu (14/2/2026).
Cuaca dan Medan Menjadi Tantangan Berat
Upaya tim semakin berat dihadapkan pada kondisi alam. Cuaca panas ekstrem yang berlangsung lama tanpa hujan menjadi faktor pendukung utama. Angin yang bertiup sedang dengan arah tidak menentu juga kerap mempersulit prediksi arah menjalarnya api, sehingga berpotensi memperluas area kebakaran.
Di lapangan, tim gabungan menghadapi kendala klasik dalam penanganan karhutla di lahan gambut: minimnya akses air. Tidak adanya kanal atau embung di sekitar lokasi memaksa mereka mengandalkan sumber air dari kanal milik sebuah perusahaan yang jaraknya cukup jauh.
"Sebagian lokasi sudah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat kemunculan api baru di lahan yang baru terbakar. Kami terus berupaya melakukan lokalisir agar api tidak meluas," ungkap AKP Faisal di sela-sela kegiatan.
Mobilisasi Peralatan dan Penyidikan Penyebab
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, berbagai upaya teknis dilakukan. Satu unit alat berat dikerahkan untuk membangun sekat bakar, membuat embung darurat, dan memperlebar kanal guna mempermudah pendistribusian air. Dukungan peralatan seperti mesin pemadam dan puluhan rol selang juga disiagakan dari berbagai pihak untuk operasi pemadaman dan pendinginan pasca-kebakaran.
Sementara pemadaman berlangsung, proses hukum juga mulai dijalankan. Kapolsek Rupat menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran dan identitas pemilik lahan masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Penyidik tengah mengumpulkan bukti dan keterangan untuk menentukan apakah musibah ini disebabkan oleh unsur kesengajaan, kelalaian, atau faktor alam murni. Investigasi ini menjadi langkah penting untuk pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar untuk Minggu, 15 Februari 2026
Tabungan Rp 15 Juta untuk Berobat Kakek 70 Tahun Hangus Terbakar di Dapur
Tabungan Usia Tua untuk Berobat Ludes Terbakar, Kakek di Polewali Mandar Berduka
Nutrilon Royal dan Indomaret Kirim Lima Keluarga ke Hong Kong untuk Edutrip Sains