MURIANETWORK.COM - Boston Stadium akan menjadi ajang pertemuan penuh tensi antara Skotlandia dan Maroko pada Jumat, 19 Juni 2026, dalam lanjutan penyisihan Grup C Piala Dunia 2026. Laga ini bukan hanya perebutan poin krusial, tetapi juga membuka kembali lembaran sejarah kelam bagi kedua tim yang pernah bertemu di Piala Dunia 1998, di mana Maroko menang telak 3-0.
Bayangan Kekalahan di Saint-Etienne
Pertandingan di Boston nanti tak pelak akan membangkitkan memori bagi para pendukung Skotlandia. Hampir tiga dekade lalu, tepatnya di Saint-Etienne, Prancis, "Tartan Army" harus menelan kekalahan pahit dari Maroko dengan skor telak 3-0. Ironisnya, kemenangan gemilang Maroko saat itu pun akhirnya tak cukup untuk mengantarkan kedua tim melangkah lebih jauh, setelah perhitungan hasil pertandingan lain berakhir secara dramatis.
Kondisi dan Ambisi Kedua Kubu
Skotlandia datang ke turnamen ini dengan momentum yang kuat, setelah berhasil memutus penantian 28 tahun untuk kembali tampil di Piala Dunia. Di bawah arahan pelatih Steve Clarke, mereka meraih tiket ke Amerika Utara lewat kemenangan penting atas Denmark di babak kualifikasi Eropa. Semangat untuk menebus kegagalan masa lalu tentu menjadi motivasi tambahan.
Di seberang lapangan, Maroko hadir dengan beban ekspektasi yang berbeda. Status mereka sebagai semifinalis mengejutkan di Piala Dunia 2022 dan catatan sempurna di kualifikasi Afrika menjadikan "Singa Atlas" salah satu tim yang disegani. Mereka membawa gaya permainan teknis dan dinamis yang telah diakui dunia.
Ryan Christie, gelandang andalan Skotlandia, mengakui kualitas yang dibawa lawannya. "Setiap tim yang lolos ke Piala Dunia memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap remeh," ungkapnya dalam pernyataan yang dirilis FIFA.
Perang Strategi di Lapangan Hijau
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi benturan gaya yang menarik. Skotlandia biasanya mengandalkan fondasi pertahanan yang rapat dan serangan balik yang mematikan, sebuah strategi yang efektif untuk menetralisir tim-tim berbasis penguasaan bola. Sebaliknya, Maroko dikenal dengan kemampuan mereka mengontrol alur permainan, melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang, dan memecah pertahanan lawan dengan umpan-umpan terobosan.
Suasana di Boston Stadium nanti diperkirakan akan sangat mencekam. Dukungan dari kedua kubu pendukung, ditambah beban sejarah yang mengiringi, menjadikan laga ini lebih dari sekadar pertandingan penyisihan grup biasa. Hasilnya akan sangat menentukan peta persaingan di Grup C yang ketat.
Artikel Terkait
Survei Ungkap Mayoritas Pekerja Indonesia Terpaksa Lanjut Usia Pensiun Demi Penghasilan
Petugas Gulkarmat Evakuasi Ular Sanca Albino dari Kap Mobil di Batu Ampar
Fahira Idris Apresiasi Perluasan Mudik Gratis DKI, Soroti Layanan Angkut Motor
Omzet Pedagang Bandeng di Festival Rawa Belong Tembus Jutaan Rupiah Jelang Imlek