Ia melanjutkan, "Kita banyak peluang tapi tidak bisa kita manfaatkan, banyak kesalahan sendiri juga. Kemarin kita kesulitan mencetak gol, sekarang sudah bisa meski kita kebobolan lagi. Jika dibandingkan beberapa waktu lalu, ini Persis yang baru dan kita lebih agresif."
Di balik layar, Milo juga menyoroti tantangan adaptasi yang dihadapi pemain asingnya, termasuk kebiasaan bermain di bawah terik matahari sore yang berbeda dengan kondisi di Eropa. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan teknisnya, termasuk keputusan untuk tidak memasukkan Jefferson Corioca ke dalam DSP.
"Aturan pemain asing saat ini 9 pemain, kita punya 10 pemain sehingga 1 pemain tidak masuk DSP. Ada pertimbangan seperti kondisi pemain, bagaimana mereka beradaptasi, dan kebutuhan taktikal," jelasnya mengenai keputusan sulit tersebut.
Pujian dari Kubu Lawan
Dari kubu tamu, reaksi yang datang justru lebih positif. Pelatih Madura United, Carlos Eduardo Perreira, menilai laga sengit ini justru memberikan dampak yang konstruktif bagi kedua tim dalam menguji coba komposisi skuad anyar mereka.
"Laga ini sangat bagus untuk kedua tim. Kedua tim menampilkan semangat yang luar biasa. Kami semakin hari semakin kuat, seperti yang kami tampilkan hari ini," ungkap Carlos, menunjukkan kepuasan atas perkembangan timnya.
Pertandingan yang berakhir dengan skor seimbang ini, terlepas dari siapa yang lebih layak menang, telah memberikan gambaran nyata tentang dinamika kompetisi yang ketat. Setiap poin diperebutkan dengan sangat keras, menandai babak baru persaingan di papan tengah klasemen.
Artikel Terkait
Kondisi Psikologis Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Dilaporkan Stabil
Polisi Tangkap Pengedar 100 Vape Berisi Narkoba Etomidate di Tanjung Priok
Yamaha Imbau Pemeriksaan Motor Usai Mudik Lebaran
Kolaborasi Swasta-Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Maluku Utara