MURIANETWORK.COM - Persis Solo harus puas membagi angka dengan Madura United dalam laga lanjutan Super League 2025/2026, Jumat (13/2/2026) sore. Bermain di kandang sendiri, Stadion Manahan, tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 setelah sempat unggul terlebih dahulu. Hasil ini menandai perlawanan sengit kedua tim yang sama-sama tengah membenahi formasi.
Analisis Pelatih Usai Pertandingan
Di ruang konferensi pers usai laga, atmosfer terasa campur aduk antara harapan dan kekecewaan. Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui timnya menunjukkan dua sisi permainan yang bertolak belakang.
"Ada banyak hal bagus, tapi banyak juga yang harus diperbaiki. Sudah bisa mencetak gol, tapi kita kembali kebobolan," ujarnya, menilai performa anak asuhnya.
Milo, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa permainan solid di babak pertama, yang ditandai dengan sejumlah peluang berbahaya, tidak berlanjut setelah turun minum. Babak kedua justru diwarnai oleh kesalahan-kesalahan individual yang merugikan tim sendiri.
Dukungan Suporter dan Proses Adaptasi
Meski kecewa dengan hasil, pelatih asal Bosnia Herzegovina itu tak lupa memberikan apresiasi tinggi bagi ribuan suporter yang memadati tribun. Kehadiran mereka, menurutnya, menjadi energi tambahan yang menekan lawan.
"Saya apresiasi suporter yang datang, meskipun kami belum bisa memberikan hasil yang maksimal. Meski kita bermain baik, hasil masih seperti yang tidak kita inginkan," tutur Milo.
Ia melanjutkan, "Kita banyak peluang tapi tidak bisa kita manfaatkan, banyak kesalahan sendiri juga. Kemarin kita kesulitan mencetak gol, sekarang sudah bisa meski kita kebobolan lagi. Jika dibandingkan beberapa waktu lalu, ini Persis yang baru dan kita lebih agresif."
Di balik layar, Milo juga menyoroti tantangan adaptasi yang dihadapi pemain asingnya, termasuk kebiasaan bermain di bawah terik matahari sore yang berbeda dengan kondisi di Eropa. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan teknisnya, termasuk keputusan untuk tidak memasukkan Jefferson Corioca ke dalam DSP.
"Aturan pemain asing saat ini 9 pemain, kita punya 10 pemain sehingga 1 pemain tidak masuk DSP. Ada pertimbangan seperti kondisi pemain, bagaimana mereka beradaptasi, dan kebutuhan taktikal," jelasnya mengenai keputusan sulit tersebut.
Pujian dari Kubu Lawan
Dari kubu tamu, reaksi yang datang justru lebih positif. Pelatih Madura United, Carlos Eduardo Perreira, menilai laga sengit ini justru memberikan dampak yang konstruktif bagi kedua tim dalam menguji coba komposisi skuad anyar mereka.
"Laga ini sangat bagus untuk kedua tim. Kedua tim menampilkan semangat yang luar biasa. Kami semakin hari semakin kuat, seperti yang kami tampilkan hari ini," ungkap Carlos, menunjukkan kepuasan atas perkembangan timnya.
Pertandingan yang berakhir dengan skor seimbang ini, terlepas dari siapa yang lebih layak menang, telah memberikan gambaran nyata tentang dinamika kompetisi yang ketat. Setiap poin diperebutkan dengan sangat keras, menandai babak baru persaingan di papan tengah klasemen.
Artikel Terkait
Siswi SMP di Gresik Jadi Korban Sekap dan Perkosaan, Kasus Terungkap Setahun Kemudian
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 Satuan Pelayanan Gizi dan 18 Gudang Pangan
Jaksa Tuntut Anak Buronan Riza Chalid 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp13,4 Triliun
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas 4 Kilometer