ujarnya lagi.
Di sisi lain, ada kesan penegakan hukum yang kurang greget. Rano menilai sebagian pengemudi truk seolah tak gentar dengan sistem tilang elektronik (ETLE). Efek jeranya seperti tidak terasa. Karena itu, ia meminta Kepolisian untuk mempertegas implementasinya. Sistem pengawasan harus dievaluasi, pastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan.
"Kalau ETLE sudah diterapkan, maka pastikan penindakannya transparan dan tegas. Jangan sampai muncul persepsi bahwa pelanggaran bisa diabaikan tanpa konsekuensi,"
kata Rano menutup pernyataannya.
Intinya, wacana saja tidak cukup. Masyarakat butuh aksi nyata di lapangan, penertiban yang konsisten, dan penegakan hukum yang benar-benar membuat jera. Kalau tidak, kemacetan parah dan ancaman di tol itu akan terus berulang, menjadi pemandangan sehari-hari yang kita semua keluhkan.
Artikel Terkait
Kemenparekraf Sediakan Kanal Pengaduan, Respons Maksimal Tujuh Hari Kerja
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik
Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di 80-an Daerah