Di hadapan para perwira Polri, Presiden Prabowo Subianto menyentuh isu yang kerap mengemuka: tuduhan pelanggaran HAM terhadap anggota TNI. Ia tampak tak habis pikir dengan anggapan itu.
"Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, dimaki-maki," ujarnya, suaranya terdengar tegas.
"Dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM."
Pernyataan itu disampaikannya Jumat lalu, dalam acara peresmian SPPG Polri se-Indonesia di Polsek Palmerah, Jakarta. Menurutnya, catatan sejarah TNI patut dipertimbangkan. Prabowo lantas membandingkan. Ia menyebut institusi itu tak pernah menargetkan tempat-tempat vital sipil dalam operasinya.
"Rasanya TNI nggak pernah "ngebom" rumah sakit," katanya, disusul dengan contoh lain.
Artikel Terkait
Jepang dan Indonesia Pererat Kemitraan Strategis di Bidang Ekonomi, Keamanan, dan Energi
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran