MURIANETWORK.COM - Sekretariat Jenderal MPR RI baru saja menggelar partai final Turnamen Tenis Meja Piala Sesjen MPR RI Tahun 2026. Acara puncak yang berlangsung di Gedung Bharana Graha, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (13/2/2026) ini, menutup rangkaian kompetisi yang telah berjalan sejak awal Januari lalu. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai sportivitas di antara para pegawai.
Apresiasi dan Harapan untuk Ke Depan
Dalam sambutannya, Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan olahraga ini. Ia melihat momentum ini sebagai langkah awal yang positif untuk menghidupkan kembali budaya berolahraga di lingkungan lembaga.
"Ini adalah gerakan yang sangat baik. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan tidak hanya pada cabang olahraga tenis meja. Cabang olahraga lain juga perlu mulai mengaktifkan kembali kegiatannya," tuturnya.
Lebih jauh, Siti Fauziah yang akrab disapa Ibu Titi mendorong agar cakupan turnamen ke depan bisa diperluas. Visinya adalah menciptakan kompetisi yang melibatkan tidak hanya internal MPR RI, tetapi juga instansi pemerintah lainnya, sebagai persiapan menuju ajang olahraga yang lebih besar.
"Jika memungkinkan, setelah Idulfitri kita bisa memulai kembali dengan skema yang lebih luas dengan mengundang instansi lain. Kita ingin MPR RI memiliki partisipasi yang lebih kuat dalam ajang Pornas Korpri dengan jumlah cabang olahraga yang lebih banyak," tambahnya.
Lebih Dari Sekadar Kompetisi
Bagi Ibu Titi, yang juga tercatat sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Sekjen MPR RI, nilai utama dari kegiatan semacam ini terletak pada pembentukan karakter. Ia menekankan bahwa semangat sportivitas yang lahir dari lapangan tenis meja seharusnya juga meresap dalam dinamika kerja sehari-hari.
"Dari olahraga kita belajar sportif. Mudah-mudahan nilai-nilai sportivitas itu juga dapat kita terapkan dalam pekerjaan sehari-hari," ujarnya.
Dinamika dan Tantangan di Lapangan
Di sisi lain, perwakilan panitia, Rindra Budi Priyatmo, melaporkan dinamika teknis penyelenggaraan. Turnamen tahun ini sukses menarik minat 55 peserta pria yang dibagi dalam lima grup dan 12 peserta wanita. Sistem pertandingan dirancang khusus untuk memastikan efisiensi waktu tanpa mengorbankan kualitas kompetisi.
Rindra mengamati bahwa turnamen ini menyajikan sejumlah kejutan. Beberapa pertandingan justru dimenangkan oleh peserta yang semula tidak diunggulkan, sebuah bukti bahwa faktor mental memainkan peran yang tidak kalah pentingnya dengan teknik.
"Olahraga ini bukan hanya soal kemampuan teknis dan teori bermain, tetapi juga membutuhkan mental dan kebijaksanaan. Ada beberapa pertandingan dengan hasil di luar dugaan. Ini membuktikan bahwa tenis meja menuntut kesiapan mental selain keterampilan," jelas Rindra.
Di akhir laporannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh pimpinan serta kerja keras seluruh panitia yang telah memastikan kelancaran acara dari awal hingga akhir. Suasana Gedung Bharana Graha yang semarak selama final menjadi penanda suksesnya sebuah event yang bertujuan menyatukan tekad dan menjunjung tinggi sportivitas.
Artikel Terkait
Gubernur Pramono Buka Festival Imlek 2026, Tegaskan Jakarta Kota Inklusif
Peradi Bersatu Laporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Terkait Dugaan Ijazah Palsu
KPK Sita Uang Tunai Rp 5 Miliar Lebih dalam Penggeledahan Kasus Suap Bea Cukai
PDIP Beri Penghargaan kepada Tenaga Kesehatan Relawan Penanganan Bencana di Tiga Provinsi