Lebih lanjut, Sarmuji yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu memaparkan keunggulan kontrol dari dalam pemerintahan. Menurutnya, keterlibatan dalam proses koalisi memberikan akses dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai kebijakan sejak dini.
“Kontrol kita sebenarnya melebihi oposisi. Kontrol yang kita miliki sebagai mitra koalisi sesungguhnya lebih awal dan lebih substantif, karena kita terlibat sejak tahap perencanaan dan pembahasan,” jelasnya.
Dengan posisi itu, fraksinya dapat memberikan peringatan atau masukan sejak sebuah program dirancang. Tujuannya adalah memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi publik dan menyempurnakannya jika ditemukan kekurangan.
“Kita dapat mengingatkan sejak awal mana program yang bermanfaat bagi rakyat, dan mana yang perlu disempurnakan atau dihindari,” pungkas Sarmuji.
Pernyataan ini menegaskan komitmen fraksi partai pemerintah untuk tetap menjalankan check and balances, seraya menekankan bahwa kritik yang dilontarkan akan bersifat konstruktif dan bertujuan untuk mendukung kinerja kabinet.
Artikel Terkait
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop
Rembesan Air Keras di Mata Korban Penyiraman Baru Terdeteksi, Ancaman Kebutaan Permanen
Prabowo Sampaikan Apresiasi dan Komitmen Perkuat Hubungan dengan Jepang
Sidang Korupsi Proyek Satelit Kemenhan 2012-2021 Dimulai, Satu Terdakwa Buron