MURIANETWORK.COM - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Sarmuji, menegaskan bahwa fraksinya akan tetap menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, meski berada dalam koalisi pendukung. Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jumat (13/2/2026), politisi senior itu menyatakan bahwa kontrol yang dilakukan justru akan lebih substantif dibandingkan oposisi, karena melibatkan pengawasan sejak tahap perencanaan.
Kritik Konstruktif Tanpa Hujatan
Sarmuji menjelaskan bahwa dukungan politik tidak lantas menghilangkan sikap kritis. Ia menggambarkan spektrum sikap politik yang luas, dari pujian berlebihan hingga kritik yang bersifat menghujat. Fraksi Golkar, tegasnya, memilih untuk tidak berada di kedua ekstrem tersebut.
“Hal ini tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Dalam spektrum berbicara, terdapat berbagai tingkatan, mulai dari memuji secara berlebihan di satu sisi, hingga menghujat, mencaci, dan mencerca di sisi lain,” tuturnya kepada para wartawan.
Posisi yang diambil adalah memberikan masukan yang sehat dan membangun. Prinsipnya adalah mengapresiasi secara kritis dan mengkritik secara objektif, bukan dengan serangan yang dapat merusak kehormatan institusi.
Kontrol dari Dalam Koalisi Lebih Efektif
Lebih lanjut, Sarmuji yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu memaparkan keunggulan kontrol dari dalam pemerintahan. Menurutnya, keterlibatan dalam proses koalisi memberikan akses dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap berbagai kebijakan sejak dini.
“Kontrol kita sebenarnya melebihi oposisi. Kontrol yang kita miliki sebagai mitra koalisi sesungguhnya lebih awal dan lebih substantif, karena kita terlibat sejak tahap perencanaan dan pembahasan,” jelasnya.
Dengan posisi itu, fraksinya dapat memberikan peringatan atau masukan sejak sebuah program dirancang. Tujuannya adalah memastikan kebijakan yang diambil benar-benar bermanfaat bagi publik dan menyempurnakannya jika ditemukan kekurangan.
“Kita dapat mengingatkan sejak awal mana program yang bermanfaat bagi rakyat, dan mana yang perlu disempurnakan atau dihindari,” pungkas Sarmuji.
Pernyataan ini menegaskan komitmen fraksi partai pemerintah untuk tetap menjalankan check and balances, seraya menekankan bahwa kritik yang dilontarkan akan bersifat konstruktif dan bertujuan untuk mendukung kinerja kabinet.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Tim Khusus untuk Perkuat Persepsi Global Soal Investasi Indonesia
Warga Binaan Nusakambangan Olah Limbah Batu Bara Jadi Material Bangunan
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa untuk Tokoh Penggerak Program Makan Bergizi Gratis
Santri 14 Tahun Tewas Terseret Ombak Ditemukan di Perairan Pandeglang