"Prajurit Polisi Militer TNI tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang luas," tegas Yusri.
"Selain itu, perlu terus dibangun kesamaan persepsi dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk menghindari gesekan di lapangan," imbuhnya.
Keberhasilan tahun lalu bukan berarti usaha berhenti. Puspom TNI berencana menggelar operasi serupa di tahun ini. Tujuannya tetap, menjaga kepatuhan hukum dan mempertahankan profesionalisme prajurit TNI di segala lini.
"Oleh karena itu, pelaksanaan operasi tahun ini harus terus dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme petugas maupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif," jelas Yusri.
Baginya, operasi ini pada dasarnya adalah proses lanjutan. Sebuah upaya pencegahan sekaligus penyelesaian akhir dari setiap pelanggaran hukum yang terjadi di lingkungan TNI.
Artikel Terkait
Turki Akhiri Puasa 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026
Hakim Federal Hentikan Sementara Proyek Ballroom Mewah Trump di Gedung Putih
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026
Indonesia Desak DK PBB Gelar Sidang Darurat Usai Tiga Pasukan Perdamaiannya Gugur di Lebanon