Siaran langsung peringatan Revolusi Islam di Iran berakhir dengan pemecatan. Ini terjadi setelah seorang reporter televisi lokal, Musab Rasoulizad, salah mengucapkan sebuah yel-yel. Alih-alih meneriakkan slogan anti-Amerika atau anti-Israel yang biasa, pria itu justru terdengar jelas menyebut, "Marg bar Khamenei" yang artinya "Matilah Khamenei".
Insidennya sendiri terjadi Rabu lalu, di Provinsi Sistan-Baluchistan. Rasoulizad saat itu sedang melaporkan kerumunan massa, mengulangi teriakan "Allahu Akbar" dari peserta. Namun tiba-tiba, seruan mematikan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei itu meluncur begitu saja.
Reaksinya cepat dan tegas. Otoritas setempat tak main-main.
"Direktur siaran saluran TV provinsi Hamoun telah dipecat menyusul kesalahan yang terjadi di jaringan provinsi," begitu bunyi pengumuman resmi televisi pemerintah, seperti dilansir AFP.
Nama direktur yang dipecat itu tidak disebutkan. Tapi konsekuensinya jelas merembet.
Tak cuma direktur, operator transmisi dan pengawas siaran ikut kena sanksi. Mereka dinonaktifkan dari tugasnya. Staf lain yang dianggap bersalah juga akan berhadapan dengan komite disiplin. Semua ini, kata pengumuman itu, demi menjaga disiplin profesional dan tentu saja, reputasi media pemerintah.
Jadi, sebuah salah ucap yang mungkin hanya berlangsung beberapa detik, berakhir dengan perubahan nasib bagi sejumlah orang. Situasinya memang canggung, tapi di Iran, hal-hal seperti ini jarang berakhir dengan tawa. Lebih sering berujung pada tindakan disipliner yang keras.
Artikel Terkait
KKB Tembak Mati Pilot dan Kopilot Usai Serang Pesawat di Bandara Korowai
Persis Solo dan Madura United Bermain Imbang 2-2 di Manahan
Dua Pengendara Motor Luka Parah Usai Tabrak Mobil yang Baru Kecelakaan di Arjuna Selatan
Anggota DPR Desak Penertiban Truk dan ODOL untuk Atasi Macet Tol Jakarta-Tangerang