Polri Jamin Keamanan Warga Sipil Koroway Pascapenembakan Pesawat

- Jumat, 13 Februari 2026 | 17:15 WIB
Polri Jamin Keamanan Warga Sipil Koroway Pascapenembakan Pesawat

MURIANETWORK.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan jaminan keamanan bagi warga sipil di wilayah Koroway, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, menyusul insiden penembakan pesawat milik maskapai Smart Air. Peristiwa tragis yang terjadi pada Jumat (13/2/2026) itu menewaskan pilot Egon Erawan dan kopilot Baskoro Adi Anggoro. Juru bicara Polri menegaskan bahwa penyelidikan untuk mengejar pelaku tengah digenjot, sementara personel keamanan telah diperkuat di lokasi.

Jaminan Keamanan bagi Warga Sipil

Dalam keterangan persnya, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menekankan komitmen institusinya untuk melindungi masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam keresahan dan mendorong pemulihan aktivitas sehari-hari di daerah terdampak. "Kita pastikan bahwa untuk masyarakat sipil yang tidak terkait, kita akan jamin mereka punya keamanan dan keselamatan," ucap Johnny di Jakarta.

Dia secara khusus mengimbau warga agar tidak terus-menerus diliputi kecemasan. "Silakan kembalilah beraktivitas seperti biasa, nggak apa-apa, karena kami sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa dari kelompok yang dari Yahukimo ini. Itu yang akan kita kemudian upayakan untuk kejar," tegasnya.

Perubahan Kondisi Keamanan di Koroway

Isir memberikan konteks mengenai situasi keamanan di Koroway sebelum insiden penembakan terjadi. Menurut penilaian pihaknya, wilayah tersebut sebelumnya tergolong stabil dan tidak termasuk dalam area operasi khusus Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Kondisi itu yang membuat kejadian penembakan pesawat ini dinilai sebagai sebuah perkembangan yang mengkhawatirkan.

"Yang jelas di wilayah yang di Koroway, di Kabupaten Boven Digoel ini tidak masuk sebenarnya dalam wilayah daerah operasi (Damai Cartenz) ini. Karena sejauh ini wilayahnya termonitor relatif aman dan terkendali," jelasnya.

Pergeseran dan Penguatan Personel

Merespons insiden tersebut, Polri mengambil langkah cepat dengan mendatangkan tambahan pasukan ke lokasi. Pergeseran personel ini bertujuan untuk mengendalikan situasi sekaligus mendukung proses penyelidikan yang lebih intensif. Upaya ini menunjukkan respons strategis aparat untuk mencegah eskalasi dan memulihkan rasa aman.

"Tapi dengan kejadian ini, personel dari Operasi Damai Cartenz dan Polda Papua kemudian sudah bergeser ke sana, tadi yang saya sampaikan, relatif kemudian situasi bisa terkendali," lanjut Isir.

Dengan langkah-langkah tersebut, Polri berupaya menangani krisis ini dari dua sisi: memulihkan kondisi keamanan di lapangan dan menuntaskan penyelidikan hukum untuk mengungkap dalang di balik aksi kekerasan tersebut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar