Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi, Akui Peran Demokrasi

- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:55 WIB
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi, Akui Peran Demokrasi

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat (13 Februari 2026). Dalam pidatonya, Prabowo bahkan berkelakar bahwa mungkin diperlukan pendekatan yang sedikit otoriter untuk melawan para koruptor, seraya menekankan bahwa Indonesia tetap merupakan negara demokrasi yang memungkinkannya memimpin.

Komitmen Membangun Indonesia Baru

Di hadapan para peserta acara, Prabowo secara tegas membahas agenda pemberantasan korupsi sebagai fondasi utama. Ia menggambarkan visinya tentang sebuah "Indonesia Baru" yang bersih dari praktik korupsi. Suasana ruangan yang penuh dengan para pemangku kepentingan ekonomi menjadi saksi penegasan komitmen tersebut.

"So, kita harus bersihkan ya. Kita harus ada The New Indonesia. The New Indonesia, harus, tidak boleh, tidak boleh ada korupsi," ujarnya dengan penuh penekanan.

Demokrasi sebagai Landasan Kepemimpinan

Meski menyentuh soal perlawanan keras terhadap korupsi, Prabowo dengan jelas menempatkan demokrasi sebagai konteks yang tidak terpisahkan. Ia mengakui bahwa sistem demokratislah yang menjadi jalan baginya untuk mencapai posisi kepresidenan. Pernyataannya ini disampaikan dengan gaya bicara yang reflektif, mengajak audiens untuk merenungkan bersama.

"Untung kita masih negara, apa itu, kita masih, kita negara demokrasi kan? Bener? Demokrasi, apa, agak demokrasi ya, agak ya, lumayanlah demokrasi kita kan? Kalau nggak ada demokrasi, gue nggak jadi presiden loh, Saudara-saudara. Iya kan? Bener nggak," tuturnya, disambut riuh rendah para hadirin.

Dengan menyandingkan dua poin utama ini komitmen anti-korupsi dan penegasan terhadap sistem demokrasi Prabowo menyampaikan pesan yang kompleks. Di satu sisi, terdapat tekad yang kuat dan tanpa kompromi untuk membersihkan tata kelola negara. Di sisi lain, ia secara implisit mengakui bahwa segala upaya itu harus tetap berjalan dalam koridor dan mekanisme demokrasi yang ada, sebuah tantangan yang memerlukan ketegasan dan kehati-hatian secara bersamaan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar