MURIANETWORK.COM - Sebanyak 35 warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang kini terlibat dalam program produktif mengolah limbah pembakaran batu bara (FABA) dari PLTU Lontar menjadi material konstruksi, seperti paving block. Program yang berjalan di dalam kompleks lapas ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berbasis keterampilan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.
Pendekatan Baru dalam Pembinaan Warga Binaan
Fasilitas produksi sederhana di dalam lapas tersebut bukan sekadar bengkel, melainkan wujud nyata dari perubahan paradigma pembinaan. Program ini digulirkan sejak Ditjen Pemasyarakatan berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan fokus pada pendekatan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi langsung. Tujuannya jelas: membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat menjadi bekal hidup setelah mereka menjalani masa hukuman.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan pentingnya pendekatan ini. Menurutnya, membiarkan warga binaan tanpa aktivitas produktif justru berisiko.
"Jika napi hanya makan, tidur di lapas, tidak diarahkan, diberikan sarana dan prasarana untuk melakukan aktivitas produktif, maka nanti keluar dari lapas dia bingung mau ngapain. Kemungkinan kembali melakukan kejahatan. Maka kami memperkaya ragam kegiatan pembinaan, salah satunya FABA ini," jelasnya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Artikel Terkait
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional
Bupati Banyuwangi Paparkan Capaian 2025: IPM Naik, Kemiskinan Turun, Ekonomi Tumbuh 5,65%
Pemprov DKI Siapkan Aturan Teknis WFH Jumat, Layanan Publik Tetap Beroperasi