35 Warga Binaan Lapas Tangerang Olah Limbah Batu Bara Jadi Paving Block Bernilai Jual

- Jumat, 13 Februari 2026 | 06:15 WIB
35 Warga Binaan Lapas Tangerang Olah Limbah Batu Bara Jadi Paving Block Bernilai Jual

MURIANETWORK.COM - Sebanyak 35 warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang kini terlibat dalam program produktif mengolah limbah pembakaran batu bara (FABA) dari PLTU Lontar menjadi material konstruksi, seperti paving block. Program yang berjalan di dalam kompleks lapas ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berbasis keterampilan untuk mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.

Pendekatan Baru dalam Pembinaan Warga Binaan

Fasilitas produksi sederhana di dalam lapas tersebut bukan sekadar bengkel, melainkan wujud nyata dari perubahan paradigma pembinaan. Program ini digulirkan sejak Ditjen Pemasyarakatan berada di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dengan fokus pada pendekatan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi langsung. Tujuannya jelas: membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat menjadi bekal hidup setelah mereka menjalani masa hukuman.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan pentingnya pendekatan ini. Menurutnya, membiarkan warga binaan tanpa aktivitas produktif justru berisiko.

"Jika napi hanya makan, tidur di lapas, tidak diarahkan, diberikan sarana dan prasarana untuk melakukan aktivitas produktif, maka nanti keluar dari lapas dia bingung mau ngapain. Kemungkinan kembali melakukan kejahatan. Maka kami memperkaya ragam kegiatan pembinaan, salah satunya FABA ini," jelasnya di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dari Keterampilan ke Nilai Ekonomi

Keyakinan akan dampak positif metode ini tidak hanya pada proses belajarnya, tetapi juga pada hasil nyata yang mereka peroleh. Kementerian tak hanya menyediakan fasilitas pelatihan, tetapi juga turut membantu memasarkan produk-produk hasil karya warga binaan. Dengan demikian, mereka dapat merasakan langsung manfaat ekonomi dari kerja keras dan keterampilan yang dikuasai.

Agus Andrianto melanjutkan, sentuhan psikologis dan motivasi dari penghasilan yang didapat sendiri sangat signifikan.

"Jika warga binaan diarahkan, diberi fasilitas belajar dan mengembangkan diri, bahkan memproduksi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis, maka kami yakin akan ada perubahan dalam diri mereka, baik kemandirian maupun perubahan positif lainnya. Misalnya yang ikut kegiatan pengolahan FABA ini, saat produk terjual maka mereka dapat premi," terangnya.

Produk 'Jawara Beton' Tembus Pasar

Hasil dari program ini ternyata cukup menggembirakan. Hingga saat ini, pabrik pengolahan FABA di Lapas Tangerang telah memproduksi lebih dari 300 ribu buah paving block. Yang menarik, sebagian besar produk tersebut telah berhasil dipasarkan, dengan total penjualan mencapai 286.836 buah. Material bangunan hasil olahan warga binaan ini dipasarkan dengan merek 'Jawara Beton', menunjukkan bahwa kualitasnya telah diakui dan mampu bersaing di pasaran. Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa pembinaan yang tepat dapat menghasilkan dampak yang produktif dan berkelanjutan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar