AS Selesaikan Penarikan Pasukan dari Pangkalan Al-Tanf di Suriah, Dikuasai Kembali oleh Tentara Damaskus

- Kamis, 12 Februari 2026 | 23:50 WIB
AS Selesaikan Penarikan Pasukan dari Pangkalan Al-Tanf di Suriah, Dikuasai Kembali oleh Tentara Damaskus

Evolusi Aliansi dan Peta Kehadiran AS

Kehadiran militer AS di Suriah memiliki sejarah yang kompleks. Selama konflik berkepanjangan dan operasi anti-ISIS, pasukan Amerika ditempatkan di dua area utama: wilayah timur laut yang dikuasai oleh kelompok Kurdi, serta di pangkalan terpencil Al-Tanf. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pernah menjadi mitra inti koalisi pimpinan AS, memainkan peran kunci dalam mengalahkan kekuatan teritorial ISIS pada 2019.

Namun, lanskap politik mulai berubah pasca jatuhnya rezim lama. Pendekatan yang semakin dekat antara Washington dengan pemerintah baru di Damaskus mengisyaratkan pergeseran prioritas. AS secara terbuka menyatakan bahwa kebutuhan akan aliansi eksklusif dengan kelompok Kurdi sebagian besar telah berkurang, sebuah sinyal yang diperkuat dengan kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Sharia ke Gedung Putih pada November lalu dan kesepakatan Suriah untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS.

Dengan penarikan dari Al-Tanf dan kemajuan pasukan pemerintah di timur laut, kehadiran militer AS di Suriah kini dilaporkan terkonsentrasi terutama di pangkalan Qasrak, Hasakeh. Konsolidasi ini mencerminkan penyesuaian strategis terhadap realitas baru di medan.

Ancaman yang Masih Berdenyut

Meski telah kehilangan wilayahnya, ancaman dari kelompok ISIS tidaklah padam. Mereka tetap menunjukkan kemampuan untuk melancarkan serangan mematikan, seperti yang terjadi di Palmyra pada Desember lalu. Serangan penembak tunggal di lokasi tersebut menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil Amerika, mengingatkan semua pihak bahwa ancaman gerilya masih nyata.

Sebagai respons, Washington terus melancarkan operasi balasan. CENTCOM melaporkan bahwa dalam dua bulan terakhir saja, lebih dari 50 militan ISIS telah berhasil dibunuh atau ditangkap dalam berbagai operasi. Data ini menegaskan bahwa meski peta kehadiran pasukan berubah, perang melawan terorisme di wilayah tersebut masih jauh dari kata berakhir.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar