MURIANETWORK.COM - Pasukan Amerika Serikat telah menyelesaikan penarikan diri mereka dari pangkalan militer Al-Tanf di Suriah, sebuah pos terdepan strategis di persimpangan perbatasan dengan Yordania dan Irak. Konfirmasi resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) ini diikuti oleh pernyataan pemerintah Suriah yang menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya kini telah mengambil alih kawasan tersebut. Perkembangan terbaru ini menandai pergeseran signifikan dalam peta militer dan aliansi di wilayah yang telah lama dilanda konflik.
Penarikan Tertib dan Transisi Strategis
Menurut CENTCOM, proses penarikan pasukan AS dari Al-Tanf telah dilaksanakan secara tertib dan rampung pada hari Rabu (11/2/2026). Pejabat militer Amerika menggambarkan langkah ini bukan sebagai tindakan tergesa-gesa, melainkan bagian dari transisi yang disengaja dan disesuaikan dengan dinamika kondisi di lapangan.
“Kepergian pasukan AS dari al-Tanf secara tertib,” jelas CENTCOM dalam pernyataan resminya.
Meski menarik diri dari posisi tersebut, komitmen Washington untuk memerangi ancaman sisa-sisa ISIS tetap ditegaskan. Laksamana Brad Cooper, Kepala CENTCOM, menuturkan bahwa pasukannya tetap siaga. Menurutnya, menjaga tekanan terhadap jaringan militan merupakan hal yang krusial bagi keamanan nasional AS dan stabilitas regional.
Penguasaan oleh Pasukan Suriah
Di sisi lain, respons dari Damaskus datang dengan cepat. Kementerian Pertahanan Suriah mengumumkan bahwa unit-unit tentaranya tidak hanya telah menguasai bekas pangkalan AS di Al-Tanf, tetapi juga telah memulai penempatan posisi di sepanjang segitiga perbatasan Suriah-Irak-Yordania di sekitarnya. Pernyataan ini mengukuhkan kendali pemerintah Suriah atas area yang selama bertahun-tahun dijaga oleh kehadiran militer Amerika.
“Unit-unit tentara kita telah menguasai Al-Tanf dan telah mulai melakukan penempatan di sepanjang perbatasan Suriah-Irak-Yordania,” ungkap kementerian tersebut.
Evolusi Aliansi dan Peta Kehadiran AS
Kehadiran militer AS di Suriah memiliki sejarah yang kompleks. Selama konflik berkepanjangan dan operasi anti-ISIS, pasukan Amerika ditempatkan di dua area utama: wilayah timur laut yang dikuasai oleh kelompok Kurdi, serta di pangkalan terpencil Al-Tanf. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pernah menjadi mitra inti koalisi pimpinan AS, memainkan peran kunci dalam mengalahkan kekuatan teritorial ISIS pada 2019.
Namun, lanskap politik mulai berubah pasca jatuhnya rezim lama. Pendekatan yang semakin dekat antara Washington dengan pemerintah baru di Damaskus mengisyaratkan pergeseran prioritas. AS secara terbuka menyatakan bahwa kebutuhan akan aliansi eksklusif dengan kelompok Kurdi sebagian besar telah berkurang, sebuah sinyal yang diperkuat dengan kunjungan Presiden Suriah Ahmed al-Sharia ke Gedung Putih pada November lalu dan kesepakatan Suriah untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS.
Dengan penarikan dari Al-Tanf dan kemajuan pasukan pemerintah di timur laut, kehadiran militer AS di Suriah kini dilaporkan terkonsentrasi terutama di pangkalan Qasrak, Hasakeh. Konsolidasi ini mencerminkan penyesuaian strategis terhadap realitas baru di medan.
Ancaman yang Masih Berdenyut
Meski telah kehilangan wilayahnya, ancaman dari kelompok ISIS tidaklah padam. Mereka tetap menunjukkan kemampuan untuk melancarkan serangan mematikan, seperti yang terjadi di Palmyra pada Desember lalu. Serangan penembak tunggal di lokasi tersebut menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil Amerika, mengingatkan semua pihak bahwa ancaman gerilya masih nyata.
Sebagai respons, Washington terus melancarkan operasi balasan. CENTCOM melaporkan bahwa dalam dua bulan terakhir saja, lebih dari 50 militan ISIS telah berhasil dibunuh atau ditangkap dalam berbagai operasi. Data ini menegaskan bahwa meski peta kehadiran pasukan berubah, perang melawan terorisme di wilayah tersebut masih jauh dari kata berakhir.
Artikel Terkait
166 Siswa SMA Sukma Bangsa Pidie Kunjungi Pabrik Semen dan RSJ untuk Belajar Kontekstual
DPR Apresiasi Respons Cepat Pertamina Tangani Bencana di Sumatra
KPK Sita US$50 Ribu dalam Penggeledahan Kantor dan Rumah Dinas Hakim PN Depok
BP Taskin Usulkan Integrasi Program Ekonomi Kerakyatan ke dalam Satu Ekosistem