Benjamin Netanyahu mengumumkan kabar itu di Washington, Rabu (11/2) waktu setempat. Dalam kunjungannya, PM Israel itu bertemu langsung dengan Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Intinya, Israel kini resmi jadi anggota Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden AS itu.
Nah, dewan yang sama itu juga diikuti Indonesia dan sejumlah negara muslim lainnya. Meski satu meja, Indonesia bilang posisinya tetap: dukung kemerdekaan Palestina. Tak ada perubahan prinsip.
Foto yang beredar usai pertemuan Netanyahu dan Rubio cukup menarik. Keduanya terlihat memegang dokumen bertanda tangan Netanyahu, konfirmasi resmi keanggotaan Israel. "Saya menandatangani masuknya Israel sebagai anggota 'Dewan Perdamaian'," ujar Netanyahu, seperti dilaporkan Al Arabiya dan Reuters, Kamis (12/22/2026).
Latar belakang pembentukan dewan ini sendiri tak lepas dari resolusi PBB. Dewan Keamanan PBB, lewat resolusi yang diadopsi pertengahan November lalu, memberi wewenang untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza. Itu semua terjadi setelah gencatan senjata mulai berlaku Oktober, lewat rencana Trump yang disetujui Israel dan Hamas.
Menurut Trump, dewan ini awalnya dimaksudkan buat mengawasi pemerintahan sementara di Gaza. Tapi kemudian, cakupannya diperluas. Dia ingin dewan yang ia ketuai itu juga menangani konflik global lainnya.
Lalu, bagaimana sikap Indonesia?
Kementerian Luar Negeri RI angkat bicara. Lewat juru bicaranya, Yvonne Mewengkang, pemerintah menegaskan prinsip mereka untuk menghentikan kekerasan di Gaza tak akan goyah.
Artikel Terkait
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah
American University of Beirut Kosongkan Kampus, Beralih ke Daring Imbas Ancaman Iran
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Konflik AS-Israel-Iran Genap Sebulan, Korban Jiwa Ribuan dan Harga Minyak Melambung