Polda Metro Jaya Gelar Apel Kamtibmas Gabungan di Monas Sambut Ramadan

- Kamis, 12 Februari 2026 | 21:05 WIB
Polda Metro Jaya Gelar Apel Kamtibmas Gabungan di Monas Sambut Ramadan

Menjelang Ramadan, suasana di Jakarta mulai terasa berbeda. Polda Metro Jaya pun tak tinggal diam. Mereka berencana menggelar Apel Kamtibmas gabungan pada akhir pekan ini, tepatnya hari Sabtu di kawasan Monas. Tujuannya jelas: menciptakan rasa aman agar ibadah puasa nanti bisa berjalan lebih khusyuk.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan hal itu dalam jumpa pers di Mapolda, Jakarta Selatan, Kamis lalu.

"Kita akan melaksanakan Apel Gabungan Satkamtibmas di hari Sabtu di Monas," ujar Budi.

Menurutnya, langkah ini dilakukan secara berkesinambungan untuk memberi ruang pada umat Muslim menjalankan ibadah tanpa gangguan. "Ini juga memberikan ruang kepada masyarakat yang beragama muslim untuk melaksanakan ibadah bulan suci Ramadan ini dengan khusyuk," tambahnya.

Operasi pengamanan menyambut Ramadan sendiri sebenarnya sudah disiapkan matang oleh jajaran Polda Metro. Apel pada Sabtu (14/2) itu menjadi semacam titik awal.

Sebelumnya, pihak kepolisian baru saja merampungkan Operasi Pekat Jaya 2026 yang berlangsung selama 15 hari. Meski operasi khusus itu berakhir, bukan berarti pengamanan dilonggarkan.

"Operasi Pekat Jaya ini memang waktunya sudah berakhir, tetapi dilanjutkan dengan adanya Satgas Anti Tawuran," jelas Budi.

Patroli akan tetap digelar, dalam skala besar, sedang, maupun kecil. Yang menarik, kegiatan ini nantinya akan melibatkan banyak pihak. "Dan ini semua diikuti oleh seluruh Polres jajaran, gabungan TNI, Polri, dan Pemerintah Kota DKI," ungkapnya.

Budi menegaskan komitmen Polda Metro untuk menjaga Jakarta dan sekitarnya. Operasi penindakan terhadap pelaku kriminal akan terus digencarkan tanpa henti.

Semua itu, kata dia, merupakan bagian dari program Kapolda. "Hal ini melihat bagaimana program Bapak Kapolda Metro Jaya untuk Jaga Jakarta tetap aman, sekaligus memastikan warganya merasa terlindungi dan diperhatikan," pungkas Budi Hermanto.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar