KCIC Sesuaikan Jadwal Kereta Cepat Whoosh Selama 22 Hari untuk Fasilitasi Pemindahan SUTT

- Kamis, 12 Februari 2026 | 20:25 WIB
KCIC Sesuaikan Jadwal Kereta Cepat Whoosh Selama 22 Hari untuk Fasilitasi Pemindahan SUTT

MURIANETWORK.COM - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyesuaikan jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh selama 22 hari, mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026. Penyesuaian ini diperlukan untuk memfasilitasi pekerjaan pemindahan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang melintas di atas jalur rel. Proyek infrastruktur penting ini mengharuskan pemadaman listrik di sepanjang trase, sehingga berdampak pada operasional perjalanan kereta.

Kompleksitas Pekerjaan dan Dampak Operasional

Pemindahan kabel SUTT bukan pekerjaan sederhana. Proses ini dinilai sangat kompleks dan harus mematuhi standar keselamatan yang ketat. Untuk itu, pengerjaan hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu panjang, yaitu selama sembilan jam setiap malam, mulai pukul 21.30 hingga 06.30 WIB. Rentang waktu kerja ini diterapkan secara berturut-turut selama 22 hari untuk memastikan pekerjaan terselesaikan dengan optimal dan aman.

Eva Chairunisa, Corporate Secretary PT KCIC, menjelaskan detail teknis operasi tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapannya.

"Adapun pemindahan kabel dilaksanakan dengan SOP yang ketat dengan persiapan yang matang dan mengedepankan aspek safety yang tinggi. Kabel SUTT 150 kV yang dipindahkan memiliki panjang 550 m dan melintang di atas jalur Whoosh dengan ketinggian 60-70 m pada KM 129 lintas Padalarang - Tegalluar," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Alasan Di Balik Penyesuaian Jadwal

Dengan kabel bertegangan tinggi yang membentang di ketinggian, pemadaman listrik di sepanjang jalur menjadi keharusan mutlak. Kondisi ini yang kemudian mendasari penyesuaian jadwal perjalanan Whoosh. Pemadaman tidak hanya untuk keselamatan pekerja di lapangan, tetapi juga menciptakan ruang kerja yang lebih leluasa dan sesuai dengan protokol keamanan industri yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian operasional untuk meminimalisir risiko dan memastikan kelancaran proyek pemeliharaan infrastruktur pendukung.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar