Siang itu, Kamis (12 Februari 2026), langit di atas Cibinong tiba-tiba berubah. Sekitar pukul satu siang, gerimis ringan yang semula turun berubah jadi sesuatu yang jauh lebih menyeramkan. Angin mulai menderu-deru dengan kekuatan luar biasa, mendorong awan gelap yang membuat suasana siang bolong serasa senja. Hujan pun mengguyur dengan derasnya, disertai angin kencang yang seolah mau mencabut segala sesuatu yang dilewatinya.
Menurut sejumlah saksi, perubahan cuaca ini terjadi begitu cepat. Jarak pandang langsung terbatas, menciptakan suasana mencekam di kawasan kompleks olahraga Pakansari, yang saat itu masih ramai dengan aktivitas.
Dampaknya sungguh parah. Stadion Pakansari, yang jadi kebanggaan Kabupaten Bogor, tak luput dari amukan alam. Atap di area Gate 4, 5, dan 6 terlepas dari rangkanya, terbang diterbangkan angin. Bahkan, ada bagian rangka atap yang ditemukan mendarat cukup jauh, hingga ke seberang pintu masuk stadion. Kerusakan signifikan ini langsung ditangani oleh tim darurat.
Jalaluddin, dari BPBD Kabupaten Bogor, mengonfirmasi bahwa situasi masih darurat. "Tim sedang di lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan dampak," jelasnya hari itu juga.
Tapi bukan cuma stadion utama yang jadi korban. Beberapa fasilitas olahraga lain di kompleks yang sama juga babak belur. Di GOR Laga Tangkas, kanopi dan atapnya rusak parah, materialnya berhamburan. Venue tenis juga mengalami nasib serupa dengan plafon yang jebol. Pohon-pohon besar di sekitar area tumbang berantakan, beberapa di antaranya menghalangi jalan. Sebuah videotron dan papan penunjuk arah di pintu 9-10 pun roboh ke tanah.
Kepanikan sempat melanda. Video yang beredar memperlihatkan warga dan atlet berlarian mencari tempat aman. Di dalam Laga Tangkas, suasana jadi mencekam saat besi dan atap mulai berterbangan. Petugas keamanan berteriak-teriak meminta semua orang segera masuk ke ruangan yang lebih aman.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah kerusakan yang terlihat menyeluruh ini. Asnan AP, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, menyatakan satu hal yang patut disyukuri.
"Alhamdulillah kita tidak ada korban jiwa," katanya.
Meski material bangunan berserakan dan akses jalan terganggu, laporan mengenai korban jiwa sama sekali tidak ada. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi pohon tumbang dan membersihkan puing-puing dari jalanan.
Peristiwa siang itu jadi pengingat keras tentang betapa dahsyatnya cuaca ekstrem. Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan deras dan angin kencang melanda. Keadaan bisa berubah dalam sekejap, dan seperti yang terjadi di Pakansari, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.
Artikel Terkait
Dasco Targetkan Pembahasan Revisi UU Ketenagakerjaan Dimulai Oktober 2026
Kejagung Geledah Kantor Perusahaan Terkait Kasus Korupsi Ekspor Limbah Sawit Rp 14 Triliun
KCIC Sesuaikan Jadwal Kereta Cepat Whoosh Selama 22 Hari untuk Fasilitasi Pemindahan SUTT
PPPK RSPAU Tewas Dibunuh di Kontrakan Bekasi, Dua Pelaku Pencurian Ditangkap