Mereka berpendapat bahwa upaya lebih lanjut mutlak diperlukan untuk menyentuh akar penyebab konflik yang telah berlangsung puluhan tahun, bukan hanya menangani gejala permukaannya. Sikap ini mencerminkan pendekatan Moskow yang biasanya menekankan penyelesaian mendasar melalui kerangka multilateral.
Belarusia Juru Bicara Konfirmasi Penolakan
Bukan hanya Rusia, sekutu dekatnya, Belarusia, juga dipastikan tidak akan mengirimkan wakilnya. Layanan pers Presiden Alexander Lukashenko mengonfirmasi bahwa meskipun undangan telah diterima, sang pemimpin tidak akan dapat hadir dalam pertemuan tersebut.
Penolakan dari kedua negara ini terjadi setelah dewan tersebut secara resmi diluncurkan. Sebelumnya, pada 22 Januari lalu, perwakilan dari 19 negara telah menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Dewan Perdamaian dan Tantangan Ke Depan
Board of Peace sendiri dibentuk dalam kerangka upaya untuk mencapai penyelesaian damai di Gaza. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa sejumlah negara lain telah bergabung dengan dewan bentukan Trump ini, meski partisipasi dari kekuatan-kekuatan regional kunci seperti Rusia tampaknya akan absen.
Dinamika ini mengindikasikan bahwa jalan menuju konsensus internasional untuk perdamaian di Timur Tengah masih dipenuhi dengan kompleksitas diplomasi dan perbedaan pendekatan strategis antarnegara.
Artikel Terkait
Fuji Utami Tegaskan Tak Arahkan Gala Sky ke Dunia Hiburan
Pemerintah Wajibkan ASN WFH Setiap Jumat untuk Hemat Energi, Potensi Penghematan Capai Rp 6,2 Triliun
Dishub Bogor Tilang Taksi Konvensional Jakarta karena Ngetem dan Operasi di Luar Wilayah
PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran