MURIANETWORK.COM - Sembilan warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, meninggal dunia diduga akibat mengonsumsi minuman keras oplosan. Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin (9/2) itu juga membuat tiga korban lainnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Polres Subang telah bergerak cepat dengan mengamankan empat orang dan menetapkan dua di antaranya sebagai tersangka terkait peredaran miras oplosan jenis Vodka BigBoss yang dicampur minuman energi.
Gerak Cepat Polisi Usai Laporan Keracunan
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menjelaskan bahwa penyelidikan dimulai segera setelah pihaknya menerima laporan mengenai sejumlah warga yang mengalami gejala keracunan. Laporan itu memicu tindakan cepat dari jajaran kepolisian di daerah tersebut.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim Unit Jatanras Satreskrim bersama Satresnarkoba Polres Subang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peredaran miras oplosan tersebut,” jelas Dony.
Dua Tersangka dan Dua Saksi Diamankan
Dari empat orang yang diamankan, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah HS (49), yang diduga berperan sebagai pemasok miras jenis Vodka BigBoss di wilayah Subang, dan JM (50), pemilik toko yang menjual minuman keras oplosan itu kepada para korban.
“Dua orang lainnya, yaitu PNM (29) dan EH (18), saat ini masih berstatus sebagai saksi dan masih menunggu hasil gelar perkara lanjutan,” ungkapnya.
Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi peringatan keras tentang bahaya mematikan dari miras oplosan yang beredar secara ilegal. Proses hukum terhadap para pelaku diperkirakan akan terus berlanjut seiring penyelidikan yang masih berjalan.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
16 Armada Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan di Ancol, Didominasi Pelanggaran Dokumen dan Muatan Berlebih
Potensi Ekonomi Haji dan Umrah Rp60 Triliun per Tahun Dinilai Belum Maksimal, Pasokan Pangan Jemaah Masih Impor