Namun begitu, dukungannya tidak buta. Dave menekankan, persiapan harus benar-benar matang. Mulai dari jalur diplomasi, urusan logistik yang rumit, sampai perlindungan bagi prajurit di lapangan. Semuanya harus dijalankan dengan terukur, punya mandat jelas, dan mengikuti aturan main internasional.
“Fokus utama adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar mendukung perdamaian, memberi manfaat nyata bagi rakyat Palestina, dan menjaga kredibilitas bangsa di mata dunia,” tegas Dave.
Harapannya, kehadiran TNI bisa memperkuat upaya internasional menciptakan stabilitas di Gaza. Ini juga jadi cara Indonesia menunjukkan solidaritas, berdiri di depan untuk membela kemanusiaan.
“Kami berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia selalu berdiri di garis depan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Ia mengingatkan, koordinasi dengan lembaga internasional seperti PBB harus terus dijaga. Agar misi ini berjalan mulus, sesuai hukum internasional, dan tidak disalahpahami oleh komunitas global. Semuanya demi kontribusi yang tepat sasaran dan bermartabat.
Artikel Terkait
Korlantas: Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30 Persen
Iran Ancam Balas Serangan ke Universitas Isfahan dengan Target Kampus AS di Teluk
KAI Tegaskan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel Saat Arus Balik Masih Padat
Arus Balik Lebaran di Kepulauan Anambas Berjalan Lancar Berkat Pengamanan TNI-Polri