MURIANETWORK.COM - Pasar saham Indonesia mencatatkan kenaikan signifikan pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,96% ke level 8.290,96. Namun, di balik sentimen positif ini, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih yang cukup besar, mencapai Rp526,64 miliar di seluruh pasar.
Pergerakan indeks yang ditutup pada level tertinggi harian itu diiringi oleh dominasi saham-saham yang bergerak naik. Dari total saham yang diperdagangkan, 544 saham mengalami penguatan, sementara 156 saham melemah dan 122 lainnya stagnan. Volume transaksi hari itu mencapai 62,05 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp29,75 triliun.
Sentimen Berbeda dari Investor Asing
Meski IHSG ditutup sumringah, data dari RTI menunjukkan bahwa investor asing justru mengambil posisi hati-hati. Aksi jual bersih (net sell) mereka sebesar Rp526,64 miliar tersebar di pasar reguler sebesar Rp366,64 miliar dan di pasar negosiasi serta tunai sebesar Rp160,01 miliar. Fenomena ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar domestik menjadi penggerak utama penguatan indeks pada sesi tersebut.
Analis pasar modal kerap menyoroti perbedaan strategi antara investor asing dan domestik, terutama dalam merespons kondisi pasar jangka pendek dan isu global. Kehati-hatian investor asing di tengah kenaikan indeks bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti profit-taking setelah kenaikan sebelumnya atau evaluasi terhadap kondisi eksternal.
Daftar Saham yang Menjadi Sasaran Jual
Aksi jual investor asing tersebut terpusat pada sejumlah saham unggulan dan sektor tertentu. Berdasarkan data yang dihimpun, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai mencapai Rp626,2 miliar. Menariknya, meski menjadi sasaran jual asing, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) justru meroket 9,68%.
Berikut adalah sepuluh saham yang mengalami tekanan jual terbesar dari investor asing pada perdagangan Rabu (11/2):
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp626,2 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp567,82 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp102,62 miliar
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): Rp64,85 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL): Rp53,62 miliar
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI): Rp48,63 miliar
- PT Indika Energy Tbk (INDY): Rp46,21 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Rp39,48 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp34,73 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp34,6 miliar
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa aksi jual menyasar saham-saham dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, hingga teknologi. Pola seperti ini menunjukkan bahwa aksi jual asing bersifat cukup luas dan tidak hanya terfokus pada satu sektor tertentu, yang memberikan gambaran mengenai sikap mereka terhadap pasar secara keseluruhan pada hari itu.
Artikel Terkait
Bentrokan Warga dan Aparat Warnai Protes Reformasi Ketenagakerjaan Milei di Buenos Aires
Polisi Tangkap Kreator Konten dan Istri di Jagakarsa, Sita 3,6 Kg Ganja dari Kebun Hidroponik di Rumah
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,947 Juta per Gram
Banjir di Bogor Rendam 73 Rumah, Satu Mobil Terseret Arus