Wamentrans Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis untuk Mitra Grab, Target 130 Juta Penerima pada 2026

- Kamis, 12 Februari 2026 | 04:00 WIB
Wamentrans Tinjau Program Cek Kesehatan Gratis untuk Mitra Grab, Target 130 Juta Penerima pada 2026

Rabu lalu, suasana di Grab Excellence Center, Jakarta Selatan, tampak berbeda. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi hadir di tengah kerumunan mitra pengemudi Grab Bike. Kunjungannya bukan sekadar seremonial, melainkan untuk melihat langsung bagaimana program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berjalan. Kebetulan, program andalan pemerintah itu genap berusia satu tahun.

Viva Yoga dengan tegas menyatakan bahwa CKG adalah langkah strategis. Fondasi negara yang kuat, menurutnya, harus dimulai dari masyarakat yang sehat. Hal ini bukan cuma soal kesejahteraan, tapi juga berkaitan erat dengan produktivitas nasional dan kedaulatan negara di masa mendatang.

“Sehat merupakan tanggung jawab negara dan ini merupakan komitmen dari Presiden Prabowo,” tegasnya di depan para wartawan.

Antusiasme terasa sepanjang acara. Para driver menyambutnya dengan hangat, bahkan beberapa bercerita panjang lebar. Mulai dari urusan keluarga hingga tantangan menghadapi puluhan orderan setiap hari. Suasana jadi semakin hidup.

Ada satu cerita yang menarik perhatian Viva Yoga. Seorang driver perempuan bercerita bahwa anaknya, yang kini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lampung, sedang magang di Komisi III DPR. Mendengar itu, sang Wamentrans langsung tersenyum lebar.

“Wah ini "power" emak-emak,” ujarnya, disambut gelak tawa semua yang hadir.

Program CKG sendiri sudah berjalan setahun, sejak pertama kali diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di tahun 2025. Viva Yoga mengingatkan, tahun lalu ia juga melakukan peninjauan serupa, tapi lokasinya di Puskesmas Tebet.

“Tahun lalu saya berkunjung ke Puskesmas Tebet, hari ini meninjau CKG para driver Grab,” katanya, menunjukkan cakupan program yang semakin meluas.

Angkanya cukup mencengangkan. Di tahun 2025 saja, sekitar 70 juta orang sudah merasakan manfaat layanan kesehatan ini. Nah, untuk tahun 2026, targetnya lebih ambisius lagi: 130 juta orang. Sebuah lompatan yang tidak main-main.

Pesan penutupnya sederhana tapi mendasar. “Masyarakat berhak untuk sehat,” ujarnya. Sebuah pernyataan yang sekaligus menegaskan komitmen yang ingin terus diwujudkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar