MURIANETWORK.COM - Seorang mahasiswi di Yogyakarta berhasil merebut kembali ponselnya dari seorang penjambret dengan cara mengejar dan memepet motor pelaku hingga terjatuh. Keberanian Eviana Adiba Agustin (21), mahasiswi asal Kendal, Jawa Tengah, itu berujung pada penangkapan pelaku berkat bantuan warga dan penghargaan dari kepolisian. Peristiwa ini terjadi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Senin (9/2) sore, saat jalanan relatif ramai.
Modus Penjambretan di Tengah Keramaian
Eviana menceritakan, saat itu ia sedang dibonceng seorang teman usai makan, hendak berbelanja. Mereka melintas di Jalan Menteri Supeno dengan kecepatan pelan. Kondisi lalu lintas yang padat rupanya dimanfaatkan pelaku berinisial WY (38) untuk mendekat. Dengan sigap, pria yang juga dikenal dengan panggilan Koko atau Siheng itu merampas ponsel merk Tecno berwarna hitam yang diletakkan Eviana di dashboard motor, tepat di sebelah kirinya.
"Jadi saya sedang dibonceng teman saya dari depan ADA Swalayan saya dipepet terus dari sebelah kiri dan HP-nya langsung diambil dari dashboard sebelah kiri saya," tutur Eviana saat ditemui di Mapolresta Jogja.
"Saya sama rekan saya habis makan ya kita, terus kita mau ke belanja gitu, jalanan itu kondisinya ramai jadi kita jalannya pelan-pelan. Makanya mungkin bagi pelaku ada celah ya," sambungnya.
Aksi Spontan Mengejar dan Upaya Pencegatan
Tanpa berpikir panjang, Eviana dan temannya langsung membalikkan motor mereka untuk mengejar si penjambret yang melesat ke arah Jalan Pakel Baru Utara. Dorongan untuk mengambil kembali barang berharganya mengalahkan segala pertimbangan bahaya. Dalam kejar-kejaran itu, di dekat SD Muhammadiyah Pakel, Eviana memutuskan untuk memepet motor pelaku.
"Terus saya kejar waktu sampai di perempatan Jalan Pakel Baru itu, saya pepet terus motornya agak kesenggol gitu. (Nekat mengejar) Spontan aja sih karena ya barang berharga dicuri gitu kan ya," paparnya.
Eviana menegaskan bahwa ia tidak berniat menabrak. Kontak antara kedua motor terjadi saat berbelok, yang menyebabkan pelaku oleng dan akhirnya jatuh. Situasi diperparah karena pelaku tampak panik dan memasuki jalan yang buntu.
"Nggak (tidak punya niat menabrak), kalau disebut menabrak sebenarnya nggak ya karena itu kan waktu belok jadi saya pepet terus ada senggolan gitu, pelaku agak oleng terus jatuh. Iya jalan buntu, pelaku juga bingung-bingung kayak panik mau ke kanan gitu," lanjutnya.
Terbantu Warga dan Motivasi di Balik Keberanian
Meski pelaku sempat berusaha kabur dengan meninggalkan motornya, teriakan "maling!" dari Eviana segera memancing perhatian warga sekitar. Dalam sekejap, warga turun tangan membantu dan berhasil menangkap si jambret. Eviana mengaku sama sekali tidak merasa takut selama kejadian, meski ia tidak memiliki latar belakang bela diri. Pikirannya hanya tertuju pada data-data penting untuk kuliah yang tersimpan di dalam ponselnya.
"Iya waktu pelaku jatuh terus saya teriak-teriak gitu jadi warga langsung ikut mengamankan," ungkap Eviana.
"Nggak ada sih rasa takut-takut gitu. Nggak sih (terpikir akan dilukai pelaku, alhamdulillah nggak. Ya soalnya ya itu barang berharga ya karena file-file saya di sana juga buat kuliah juga gitu, jadi langsung spontan aja sih. Iya (ponsel) satu-satunya," imbuhnya.
Aksi spontan dan penuh nyali itu membuahkan hasil. Selain berhasil mengamankan pelaku dan mengambil kembali hartanya, Eviana juga menerima penghargaan dari Polresta Yogyakarta atas keberanian dan kewaspadaannya. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian menjaga barang di tempat umum, sekaligus menunjukkan bagaimana reaksi spontan warga dapat mencegah tindak kejahatan berlarut-larut.
Artikel Terkait
Pemkot Jakarta Timur Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan 2026
Jokowi Penuhi Panggilan Penyidik di Solo untuk Keterangan Tambahan
Pindad Maung MV1 dan MV2 Pamer Kemampuan di IIMS 2026
Pasar Jaya Revitalisasi 21 Pasar dan Bangun 24 TPS Jelang Ramadan