MURIANETWORK.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran berkeinginan untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington. Pernyataan ini disampaikannya di tengah ketegangan regional yang masih berlangsung, sembari mengingatkan bahwa Teheran akan "bodoh" jika menolak berunding.
Pernyataan Trump di Tengah Ketegangan
Dalam wawancara eksklusif dengan Fox Business, Trump mengaitkan keinginan Iran untuk berunding dengan kehadiran kekuatan militer AS di kawasan. Dia mengungkapkan bahwa sebuah armada besar sedang menuju ke wilayah Iran, sebuah situasi yang menurutnya akan mempengaruhi dinamika perundingan.
"Seperti yang Anda ketahui, kita memiliki armada besar saat ini yang menuju ke Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka akan bodoh jika tidak melakukannya," ujar Trump kepada Larry Kudlow.
Klaim Keberhasilan dan Ancaman
Mantan presiden dari Partai Republik itu lantas mengklaim keberhasilan masa pemerintahannya dalam membendung program nuklir Iran. Namun, ancaman juga diselipkan dalam pernyataannya, menandakan bahwa opsi tekanan militer tetap terbuka jika diplomasi gagal.
"Kita telah melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus melihat apakah kita akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini," imbuhnya dengan nada tegas.
Trump menegaskan kembali bahwa peluang kesepakatan tetap terbuka, tetapi dengan syarat-syarat yang ketat. Dia menekankan bahwa perjanjian yang dihasilkan haruslah "kesepakatan yang baik" bagi kepentingan AS dan sekutunya.
"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," lanjutnya merinci tuntutan yang dimaksud.
Konteks Pertemuan dan Pembicaraan Terkini
Pernyataan Trump ini bukan tanpa konteks. Pekan sebelumnya, dia mengindikasikan bahwa telah terjadi "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran, menyusul pertemuan tidak langsung perwakilan kedua negara di Oman. Dinamika diplomasi ini terjadi di saat yang hampir bersamaan dengan agenda pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pertemuan di Gedung Putih itu, menurut sumber-sumber yang familiar dengan materi pembicaraan, dijadwalkan membahas perkembangan intelijen terbaru mengenai kemampuan militer Iran. Pertemuan ini disinyalir akan mempengaruhi pendekatan AS dalam menghadapi isu nuklir Iran ke depannya.
Artikel Terkait
AS Kerahkan 200 Personel Militer untuk Latih dan Dukung Pasukan Nigeria
Warga Cirebon Amankan 11 Remaja Diduga Hendak Tawuran
Pemerintah Tetapkan Jadwal Sekolah Selama Ramadan 2026
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 3.000 Butir Ekstasi di Kebon Jeruk