"Kita telah melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus melihat apakah kita akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini," imbuhnya dengan nada tegas.
Trump menegaskan kembali bahwa peluang kesepakatan tetap terbuka, tetapi dengan syarat-syarat yang ketat. Dia menekankan bahwa perjanjian yang dihasilkan haruslah "kesepakatan yang baik" bagi kepentingan AS dan sekutunya.
"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan," lanjutnya merinci tuntutan yang dimaksud.
Konteks Pertemuan dan Pembicaraan Terkini
Pernyataan Trump ini bukan tanpa konteks. Pekan sebelumnya, dia mengindikasikan bahwa telah terjadi "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran, menyusul pertemuan tidak langsung perwakilan kedua negara di Oman. Dinamika diplomasi ini terjadi di saat yang hampir bersamaan dengan agenda pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Pertemuan di Gedung Putih itu, menurut sumber-sumber yang familiar dengan materi pembicaraan, dijadwalkan membahas perkembangan intelijen terbaru mengenai kemampuan militer Iran. Pertemuan ini disinyalir akan mempengaruhi pendekatan AS dalam menghadapi isu nuklir Iran ke depannya.
Artikel Terkait
Gangguan Ginjal Kronis Kini Serang Kaum Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Polres Tapin Panen Perdana Jagung dari Lahan Tidur Milik Polri
LCP 2026 Split 2 Dimulai 4 April, Dua Tiket ke MSI Diperebutkan