KKP Buka 3.000 Lowongan Kerja untuk Warga Sumba Timur di Proyek Tambak Udang Terintegrasi

- Rabu, 11 Februari 2026 | 04:45 WIB
KKP Buka 3.000 Lowongan Kerja untuk Warga Sumba Timur di Proyek Tambak Udang Terintegrasi

Jakarta – Kabar baik datang dari Sumba Timur. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja membuka lowongan untuk 3.000 warga lokal. Mereka dicari untuk mengisi berbagai posisi di program Budidaya Udang Terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) yang berlokasi di Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur. Intinya, KKP ingin menyiapkan tenaga kerja lokal yang benar-benar mumpuni, sesuai standar operasional tambak udang modern di wilayah Waingapu.

Program ISF di kawasan ini bukanlah proyek kecil. Ia merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendongkrak produksi udang nasional. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, potensi Sumba Timur sangat besar dan diharapkan bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia bagian timur.

Nah, soal rekrutmen ini, Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa ini adalah bukti komitmen nyata pemerintah. Tujuannya jelas: memastikan tersedianya SDM lokal yang terampil dan punya daya saing.

“Hari ini rekrutmen resmi kami buka,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

“Kami mendapat mandat dari Menteri untuk menyiapkan SDM kompeten yang siap bekerja di tambak udang terintegrasi Waingapu. Melalui program kelas khusus, kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar punya keterampilan teknis, sertifikasi, dan kesiapan kerja sesuai standar industri,” jelasnya.

Program kelas khusus yang dimaksud dirancang untuk mencetak tenaga kerja di berbagai posisi kunci. Mulai dari operator anak kolam, teknisi budidaya, teknisi mesin tambak, laboran kesehatan udang, sampai tenaga panen parsial. Metode pelatihannya terpadu, gabungan antara teori, praktik langsung, dan magang di tambak mitra. Kurikulumnya pun disusun berdasarkan standar operasional yang ketat.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar