Anggota DPR Imbau Masyarakat Waspada Hoaks dan Jaga Persatuan Jelang Ramadan

- Rabu, 11 Februari 2026 | 01:45 WIB
Anggota DPR Imbau Masyarakat Waspada Hoaks dan Jaga Persatuan Jelang Ramadan

Jakarta - Ramadan sudah di depan mata. Biasanya, arus informasi di dunia digital bakal makin deras dan sulit dikendalikan. Menyikapi hal ini, Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, mengimbau masyarakat untuk lebih cermat. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang justru berpotensi memecah belah. Sebaliknya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus dipegang erat.

Seruannya ini sebenarnya selaras dengan pesan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Beliau tak henti-hentinya mengajak semua komponen bangsa untuk bersatu padu, menjaga keutuhan NKRI.

"Kunci menjaga persatuan adalah literasi kebangsaan dan sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan,"

kata Novita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2).

Pernyataan itu disampaikannya langsung saat bertemu warga Desa Jeruklegi Wetan, di Cilacap, Jawa Tengah.

Bagi Novita, yang juga merupakan kader partai pimpinan Prabowo, teknologi digital itu ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka pintu ilmu pengetahuan selebar-lebarnya. Namun di sisi lain, ruang digital juga bisa jadi ladang subur bagi hoaks dan ujaran kebencian. Makanya, menurutnya, masyarakat butuh 'filter kebangsaan' agar tidak terjerumus dalam polarisasi yang mengancam kerukunan.

Sebagai Ketua Umum Perempuan Indonesia Raya (PIRA), ia menegaskan bahwa Pancasila bukan cuma untuk dihafal. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam tindakan nyata, dimulai dari lingkup keluarga, tetangga, hingga kehidupan desa. Oleh karena itu, pihaknya bersama Partai Gerindra akan terus berupaya mengajak masyarakat untuk bersatu.

"Karena itu, sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,"

ujarnya lagi.

Novita menjelaskan, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara itu kompas utamanya. Tanpa pemahaman yang mendalam, nilai-nilai kebangsaan kita bisa luntur begitu saja, tergerus kepentingan-kepentingan sempit.

Menjelang Ramadan, ruang publik sering kali ramai dengan berbagai narasi, baik keagamaan maupun sosial. Momentum seperti ini, dalam pandangannya, harus dijaga agar jadi perekat, bukan malah sumber pertikaian. Pancasila mengandung nilai-nilai fundamental yang masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman mulai dari toleransi, gotong royong, sampai keadilan sosial.

"Sedangkan UUD NKRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar negara yang mengatur penyelenggaraan negara serta hak dan kewajiban warga negara,"

jelasnya.

Pemahaman terhadap konstitusi, lanjut Novita, akan membangun kesadaran warga untuk taat hukum dan sekaligus aktif mengawal demokrasi dengan penuh tanggung jawab.

"Adapun Bhinneka Tunggal Ika menjadi prinsip dasar yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia,"

pungkasnya.

Tonton juga video "Gerindra Minta Maaf Bendera dan Atribut Partai di Jalanan Bikin Ganggu"

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar