Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, kembali dapat mandat untuk memimpin gerakan buruh se-Asia Tenggara. Ia terpilih lagi sebagai Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) untuk periode 2026-2028. Ini bukan kali pertama, tentu saja, dan menunjukkan kepercayaan yang terus mengalir dari kawan-kawan serikat pekerja di kawasan ini.
Pasca-pemilihan, Andi Gani langsung menegaskan fokusnya. Komitmennya jelas: memperkuat kolaborasi antar-serikat pekerja di seluruh ASEAN. Menurutnya, ATUC harus jadi wadah strategis yang terus bertransformasi. Tujuannya? Memperjuangkan dialog sosial dan keadilan industri, tentu saja, tapi juga perdamaian kawasan lewat kerja sama lintas negara yang solid. Itu visi besarnya.
Nah, bicara soal tantangan, ada satu isu yang menurutnya masih krusial: union busting. Praktik pemberangusan serikat pekerja ini masih kerap terjadi.
"Yang paling penting adalah union busting, pemberangusan terhadap serikat pekerja yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang nakal, tetapi banyak juga yang baik," ujar Andi Gani.
Ia mengakui, tak semua perusahaan berlaku buruk. Banyak yang baik dan menghormati hak pekerja. Namun, aksi-aksi dari segelintir oknum itu tetap menjadi sorotan utama yang perlu ditangani.
Isu lainnya yang tak kalah penting adalah stabilitas regional. Andi Gani meyakini, perdamaian di Asia Tenggara adalah prasyarat mutlak untuk kesejahteraan pekerja. Ia menyoroti Myanmar, di mana demokrasi dinilainya belum benar-benar tegak. Tak cuma itu, dinamika hubungan bilateral seperti antara Kamboja dan Thailand juga diawasi dengan serius oleh dewan ini.
"Lalu juga merupakan hal yang menjadi sorotan kita, perdamaian kawasan ASEAN. Kita tahu di Myanmar demokrasi belum ditegakkan," tegasnya.
Namun begitu, ada secercah apresiasi di tengah keprihatinan itu. Andi Gani melihat kedewasaan yang patut diacungi jempol dari para delegasi. Lihat saja perwakilan dari Thailand dan Kamboja. Meski ada dinamika politik di negara mereka, di forum ATUC mereka kompak dan bersatu.
"Kita dapat lihat di sini teman-teman dari Thailand dan Kamboja tetap kompak dan tetap bersatu. Dan ini merupakan concern kita bersama. ATUC menjadi rumah besar untuk pekerja di Asia Tenggara," ucap Andi Gani.
Kekompakan seperti inilah, katanya, yang membuat ATUC tetap relevan. Sebuah rumah besar tempat buruh se-kawasan bisa bersuara lantang.
Artikel Terkait
Satgas Cartenz 2026 Amankan Senjata Api Rakitan di Dekai, Yahukimo
Tiga Pelajar SMA di Prabumulih Ditangkap Polisi Terkait Pembobolan Warung
Jadwal Salat 11 Februari 2026 untuk DKI Jakarta Dirilis
Bareskrim Ungkap Jaringan Sabu Malaysia-Riau, 14,7 Kg Disita