Isu lainnya yang tak kalah penting adalah stabilitas regional. Andi Gani meyakini, perdamaian di Asia Tenggara adalah prasyarat mutlak untuk kesejahteraan pekerja. Ia menyoroti Myanmar, di mana demokrasi dinilainya belum benar-benar tegak. Tak cuma itu, dinamika hubungan bilateral seperti antara Kamboja dan Thailand juga diawasi dengan serius oleh dewan ini.
"Lalu juga merupakan hal yang menjadi sorotan kita, perdamaian kawasan ASEAN. Kita tahu di Myanmar demokrasi belum ditegakkan," tegasnya.
Namun begitu, ada secercah apresiasi di tengah keprihatinan itu. Andi Gani melihat kedewasaan yang patut diacungi jempol dari para delegasi. Lihat saja perwakilan dari Thailand dan Kamboja. Meski ada dinamika politik di negara mereka, di forum ATUC mereka kompak dan bersatu.
"Kita dapat lihat di sini teman-teman dari Thailand dan Kamboja tetap kompak dan tetap bersatu. Dan ini merupakan concern kita bersama. ATUC menjadi rumah besar untuk pekerja di Asia Tenggara," ucap Andi Gani.
Kekompakan seperti inilah, katanya, yang membuat ATUC tetap relevan. Sebuah rumah besar tempat buruh se-kawasan bisa bersuara lantang.
Artikel Terkait
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 53 Ribu Penumpang Tiba di Stasiun Jakarta