BCA Syariah Catat Kinerja Solid: Aset Tumbuh 15,4% Jadi Rp19,2 Triliun

- Selasa, 10 Februari 2026 | 22:00 WIB
BCA Syariah Catat Kinerja Solid: Aset Tumbuh 15,4% Jadi Rp19,2 Triliun

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menegaskan bahwa digitalisasi adalah strategi utama untuk meningkatkan kenyamanan nasabah. "Kami memanfaatkan digitalisasi untuk menjadi semakin dekat dengan nasabah, serta mengembangkan fitur-fitur yang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses layanan perbankan syariah," jelasnya. Ia menambahkan, pengembangan ini tetap mengedepankan aspek keamanan dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Komitmen pada Pemberdayaan UMKM dan Masa Depan

Di luar kinerja finansial, BCA Syariah menunjukkan komitmennya dalam kontribusi sosial melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu program andalannya adalah WEpreneur, yang memberikan pelatihan intensif khusus bagi UMKM perempuan. Pada 2025, program ini telah menjangkau 30 UMKM terpilih untuk pelatihan mendalam dan 3.148 peserta melalui sesi micro mentoring, sebuah upaya nyata untuk menguatkan tulang punggung ekonomi nasional.

Menatap ke depan, manajemen menyatakan komitmen untuk terus memperkuat struktur pendanaan dan meningkatkan kualitas pembiayaan. Bank juga bertekad mengembangkan layanan yang relevan dengan dinamika kebutuhan nasabah. Tidak ketinggalan, upaya mendukung literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia akan tetap menjadi bagian dari agenda strategis mereka melalui berbagai inisiatif edukasi dan kolaborasi.

Yuli Melati Suryaningrum, dalam pernyataannya sebelumnya, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. "Alhamdulillah, BCA Syariah pada tahun ini tumbuh solid dan berkelanjutan yang tercermin, antara lain dari peningkatan total aset," ungkapnya. Ia menilai pertumbuhan ini didukung oleh kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap perbankan syariah.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar