"Problemnya adalah hampir semua truk sampah itu compactor, berat banget, butuh energi yang besar. Maka kalau secara listrik bisa, saya akan perintahkan," ujarnya lagi.
Selain urusan asap knalpot, ada lagi masalah yang sering bikin warga mengeluh: air lindi. Cairan kotor dari sampah itu kerap menetes sepanjang jalan yang dilalui truk. Bau tak sedap dan noda di aspal jelas mengganggu.
Pramono punya target agar truk baru nanti bisa mengatasi dua masalah sekaligus. "Air lindinya yang menetes-menetes itu menjadi sumber utama keresahan," katanya.
Ia kemudian menegaskan komitmennya, "Kalau bisa truk sampahnya listrik, compactor-nya bagus, dan air lindinya tidak ke mana-mana, saya akan minta pengadaan di tahun 2026 mulai dengan truk sampah dari listrik."
Rencana ini tentu akan diawasi publik. Apalagi, janji untuk memperbaiki sistem persampahan Jakarta bukan hal baru. Warga menunggu realisasi di lapangan, bukan sekadar wacana di ruang rapat.
Artikel Terkait
YeePay Luncurkan Solusi Pembayaran Global untuk Jawab Geliat Pariwisata Tiongkok di ITB Berlin
Pelatih PSBS Biak Buka Suara Soal Tunggakan Gaji Pemain yang Telah Dua Bulan
Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, Belasan Tentara AS Terluka
Arus Balik Lebaran 2026 Masih Dominan di Terminal Guntur Garut