Prabowo Terima Undangan KTT Perdana Dewan Perdamaian Gaza di Washington

- Selasa, 10 Februari 2026 | 05:45 WIB
Prabowo Terima Undangan KTT Perdana Dewan Perdamaian Gaza di Washington

MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan resmi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza. Pertemuan puncak yang digagas Amerika Serikat itu rencananya digelar di Institute of Peace, Washington D.C., pada 19 Februari 2026 mendatang. Meski undangan telah sampai, kehadiran Presiden dalam forum internasional tersebut belum dapat dipastikan.

Konfirmasi dari Istana

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui sejumlah wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (9/2).

"Ada," tutur Prasetyo, menanggapi pertanyaan mengenai undangan KTT BoP untuk Presiden Prabowo.

Namun, terkait agenda kehadiran, Prasetyo menyatakan bahwa kepastiannya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. "Belum (dapat dikonfirmasi kehadiran Presiden), nanti kami sampaikan kalau sudah ada kepastian," ujarnya.

Harapan untuk Lawatan yang Lebih Luas

Pras, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa jika Presiden akhirnya berangkat ke Amerika Serikat, pemerintah berharap kunjungan itu dapat dimanfaatkan untuk agenda lain yang tak kalah penting. Harapannya, momentum tersebut juga bisa digunakan untuk menandatangani hasil negosiasi tarif antara Indonesia dan AS, yang telah lama dibahas.

"Kami menghendaki, dan ingin bisa dua-duanya," jelas Pras.

KTT yang Masih Diselimuti Ketidakpastian

Di sisi lain, meski rencana penyelenggaraan KTT BoP telah beredar, situasinya masih belum sepenuhnya jelas. Kantor Kepresidenan AS atau Gedung Putih disebut berencana menggelar pertemuan puncak perdana itu pada pekan depan. Sejumlah pemimpin negara anggota pun telah dihubungi untuk diundang.

Namun, berdasarkan informasi dari seorang sumber pejabat pemerintahan AS yang dikutip dari kantor berita Turki, Anadolu, hingga Sabtu (7/2) lalu, belum ada satu pun pemimpin negara yang mengonfirmasi kehadiran mereka. Yang patut dicatat, Gedung Putih sendiri hingga berita ini diturunkan juga belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait penyelenggaraan KTT tersebut.

Posisi Indonesia dalam Board of Peace

Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini bukanlah hal baru. Indonesia secara resmi telah menjadi anggota BoP setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam pembentukannya. Penandatanganan bersejarah itu berlangsung dalam acara peluncuran di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 silam.

Selain Indonesia dan Amerika Serikat sebagai penggagas, sejumlah negara lain juga turut menandatangani piagam yang sama. Daftar anggotanya cukup beragam, mencakup Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Yordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), dan Uzbekistan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar