MURIANETWORK.COM - PT Pertamina Gas (Pertagas) bersama anak usahanya, PT Pertagas Niaga (PTGN), resmi mengalirkan gas bumi ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatra Utara. Pasokan energi ini, yang disalurkan melalui jaringan pipa transmisi dan distribusi baru, ditujukan untuk mendukung operasional industri hilir, dimulai dari pabrik oleochemical PT Evyap Sabun Indonesia (ESI). Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat infrastruktur energi di kawasan industri prioritas sekaligus mendorong efisiensi dan transisi energi yang lebih bersih.
Dukungan untuk Industri Oleochemical
Gas bumi yang dialirkan ke KEK Sei Mangkei akan secara khusus memenuhi kebutuhan PT Evyap Sabun Indonesia. Perusahaan yang bergerak di sektor oleochemical ini akan menerima pasokan secara bertahap hingga mencapai volume penuh sebesar 3.800 MMBTUD. Kehadiran pasokan gas yang andal diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri berbasis kimia di kawasan tersebut, meningkatkan daya saingnya di pasar global.
President Director PT Pertagas Niaga, Toto Yulianto, menekankan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi perluasan pemanfaatan gas bumi. "Penyaluran gas bumi di KEK Sei Mangkei diharapkan meningkatkan keandalan pasokan energi di kawasan industri strategis sekaligus memperkuat daya saing industri hilir berbasis kimia dan oleochemical," jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).
Dia melanjutkan bahwa migrasi ke gas bumi tidak hanya soal keandalan energi, tetapi juga membawa dampak positif yang lebih luas. "Kami percaya pemanfaatan gas bumi dapat membantu industri oleochemical tumbuh lebih efisien sekaligus mendukung target dekarbonisasi industri nasional," tambah Toto.
Penguatan Infrastruktur Jaringan Pipa
Dari sisi teknis, penyaluran gas ke Sei Mangkei dimungkinkan berkat jaringan pipa transmisi Arun–Belawan yang telah ada. Untuk menjangkau kawasan industri tersebut, Pertagas membangun tambahan pipa distribusi atau extension sebagai penguatan infrastruktur. Pengembangan jaringan ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan energi masa depan seiring dengan berkembangnya kawasan industri.
Corporate Secretary PT Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, memberikan konteks yang lebih luas mengenai proyek infrastruktur ini. "Pengembangan dan pengoperasian infrastruktur pipa gas ini menjadi bagian dari penguatan jaringan gas bumi nasional sekaligus mendukung transisi energi," ungkapnya.
Menurut Sulthani, manfaatnya bersifat ganda. Di satu sisi, industri mendapatkan sumber energi yang lebih efisien dari segi biaya. Di sisi lain, terdapat dampak lingkungan yang positif. "Dia menilai pemanfaatan gas bumi dapat membantu industri menekan emisi karbon serta meningkatkan efisiensi biaya produksi, terutama di kawasan industri yang berkembang pesat seperti KEK Sei Mangkei," paparnya.
Mencerminkan Tren Peningkatan Pemanfaatan Gas
Keberhasilan pengaliran gas ke Sei Mangkei bukanlah sebuah pencapaian yang berdiri sendiri. Data operasional sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif, di mana volume transmisi gas pada jaringan yang dikelola Pertagas tercatat melampaui 1.500 MMSCFD. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah indikator yang jelas bahwa pemanfaatan gas bumi di sektor industri terus mengalami peningkatan.
Dengan demikian, langkah Pertagas di Sumatra Utara ini tidak hanya sekadar menambah titik pasokan baru. Ini adalah sebuah upaya nyata dalam membangun tulang punggung energi nasional yang lebih bersih dan andal, sekaligus memberikan dukungan konkret bagi percepatan industrialisasi di daerah.
Artikel Terkait
PUBG Mobile Gandeng The King of Fighters dalam Event Kolaborasi Awal 2026
Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Ditangkap KPK, MA: Sangat Mengecewakan
DJP Permudah Lapor SPT Tahunan dengan Integrasi Penuh di Sistem Coretax
Paspampres Bantah Anggotanya Aniaya Ojol, Polisi Lanjutkan Penyidikan