Acara ulang tahun ke-7 Pantura Cancer Community (Pancacom) digelar secara daring, namun semangatnya terasa begitu nyata. Dalam momen itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, menyoroti satu hal penting: kekuatan komunitas.
Menurutnya, di tengah segala keterbatasan yang ada, komunitas seperti Pancacom punya peran yang sangat strategis. Mereka adalah penggalang solidaritas.
"Keberadaan komunitas seperti Pancacom sangat penting dan strategis," ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/2/2026).
"Mereka adalah bagian dari upaya menggalang solidaritas dan kekuatan masyarakat untuk menghadapi sejumlah keterbatasan dalam upaya mengatasi kanker di tanah air."
Rerie tak segan memberi apresiasi. Komunitas penyintas kanker di kawasan Pantura Jawa ini, katanya, telah konsisten selama tujuh tahun. Perjalanan panjang itu diisi dengan sosialisasi deteksi dini dan pendampingan bagi para penyintas beserta keluarganya. Semua itu dibangun di atas komitmen dan empati yang kuat modal penting untuk menghadapi tantangan penanganan kanker yang tak pernah mudah.
Di sisi lain, peringatan HUT kali ini dinilainya sebagai momentum yang tepat. Momentum untuk menguatkan semangat 'United by Unique' atau 'Bersatu dalam Keunikan'.
Semangat itu mengingatkan kita bahwa setiap orang yang berhadapan dengan kanker punya cerita dan kebutuhan yang berbeda. Perjuangannya unik.
Dan Rerie menekankan satu hal: kanker bukan cuma urusan medis belaka. Dampaknya menjalar ke mana-mana; sosial, psikologis, sampai ekonomi para penderitanya. Nah, dalam menghadapi kompleksitas ini, dibutuhkan upaya bersama. Semua pemangku kepentingan harus saling mendukung dengan menempatkan nilai kemanusiaan di pusat segala upaya.
Lalu, apa kuncinya? Rerie menyebut edukasi dan deteksi dini. Sebagian besar kasus, menurutnya, bisa ditangani lebih baik dengan dua hal itu, ditambah pemerataan akses layanan kesehatan.
Kebetulan, HUT ke-7 Pancacom yang dirayakan Minggu (8/2) lalu berdekatan dengan Hari Kanker Dunia yang jatuh pada 4 Februari. Ini momen yang pas, tegas Rerie, untuk membangun kesadaran kolektif yang lebih besar.
Momentum ini harus dimanfaatkan. Bukan sekadar seremonial, tapi untuk mendorong aksi nyata. Mulai dari mengubah pola hidup, menghapus stigma yang melekat, hingga mendesak kebijakan publik yang benar-benar berpihak pada pasien kanker. Semuanya perlu digerakkan, dan komunitas adalah salah satu penggerak utamanya.
Artikel Terkait
BGN dan Pemprov DKI Jamin Pasokan Stabil untuk Program Makan Bergizi Gratis
Megawati Kunjungi Perpustakaan PNU Riyadh, Temui Mahasiswi Indonesia Jelang Anugerah Doktor Kehormatan
Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-Besaran, 75 Perwira Tersentuh Mutasi
Gubernur DKI Instruksikan Penutupan Jalan Berlubang Usai Kecelakaan Tunggal Tewaskan Siswa SMK