Kekalahan telak 0-7 dari China U-17 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu lalu, jelas bukan hasil yang diinginkan. Tapi bagi Nova Arianto, pelatih timnas Indonesia U-17, laga uji coba itu justru memberi gambaran nyata. Soal apa? Tentang kebutuhan skuadnya menghadapi Piala Asia U-17 tahun depan.
Nova tak menutup mata. Dalam jumpa pers setelah pertandingan, ia mengaku masih membuka peluang lebar-lebar. Peluang untuk merekrut pemain diaspora baru, menambah amunisi tim.
“Kita observasi dengan dua pertandingan ini,” ujar Nova.
“Dan kita lihat apakah perlu penambahan pemain baru lagi atau perlu mencari pemain diaspora lagi atau perlu uji coba internasional.”
Untuk saat ini, cuma ada satu nama diaspora di skuad: Nicholas Indra Mjoesund, pemain Rosenborg BK asal Norwegia. Itu saja. Soal bakal ada wajah baru atau tidak, Nova memilih untuk tak buru-buru memutuskan. Ia serahkan sepenuhnya kepada pelatih baru, Kurniawan Dwi Yulianto, untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan opsi ini. Targetnya jelas: mematangkan persiapan jelang Piala Asia U-17 akhir April mendatang.
Namun begitu, ada misi yang lebih besar di balik ajang Asia itu. Tim Garuda Muda ini ditargetkan minimal lolos dari fase grup, atau kalau bisa menembus perempat final. Kenapa? Karena tiket ke Piala Dunia U-17 2026 di Qatar dipertaruhkan di sana. Sebelum puncak itu, mereka juga akan diuji di Kejuaraan ASEAN U-17 yang digelar di Indonesia.
Artikel Terkait
Gubernur Bali Desak Optimalisasi Aplikasi dan Pendataan PMI Krama Bali
Mulan Jameela Bantah Tudingan Hina Profesi Guru, Sebut Berita Bohong
Arab Saudi Apresiasi Resolusi Dewan HAM PBB yang Kutuk Serangan Iran
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Dua Remaja di Iran, Dampak Merambah ke Abu Dhabi