Lebih dari 50 Juta Warga Thailand Gunakan Hak Pilih di Pemilu dan Referendum Konstitusi

- Minggu, 08 Februari 2026 | 09:15 WIB
Lebih dari 50 Juta Warga Thailand Gunakan Hak Pilih di Pemilu dan Referendum Konstitusi

MURIANETWORK.COM - Lebih dari 50 juta warga Thailand memenuhi hak pilihnya dalam pemilihan umum parlemen dan referendum konstitusi nasional, Minggu (8 Februari 2026). Pemungutan suara yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat ini bukan hanya menentukan komposisi 500 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, tetapi juga menjadi penentu arah reformasi konstitusi dan kelangsungan pemerintahan Perdana Menteri interim Anutin Charnvirakul.

Pemilu Penentu Arah Politik

Pemilu kali ini digelar menyusul pembubaran majelis rendah parlemen pada pertengahan Desember lalu, atau satu tahun lebih cepat dari jadwal berakhirnya masa jabatan. Sekitar 5.000 kandidat dari berbagai partai politik bertarung untuk memperebutkan kursi di parlemen. Hasilnya akan sangat krusial bagi masa depan politik kerajaan tersebut.

Dari total kursi yang diperebutkan, 400 diisi melalui pemilihan langsung di daerah pemilihan. Sementara itu, 100 kursi lainnya dialokasikan secara proporsional berdasarkan perolehan suara partai di tingkat nasional. Sistem campuran ini membuat dinamika persaingan menjadi semakin kompleks.

Referendum untuk Amandemen Konstitusi

Selain mencoblos di bilik suara untuk memilih wakil rakyat, para pemilih juga dihadapkan pada sebuah referendum konstitusional. Referendum ini mengajukan satu pertanyaan mendasar: apakah proses penulisan ulang konstitusi yang disusun di era militer harus dimulai?

Dalam surat suara referendum, tersedia tiga pilihan jawaban: “setuju,” “tidak setuju,” atau “tidak berpendapat.”

“Referendum dinyatakan lolos hanya jika suara ‘setuju’ memperoleh jumlah lebih banyak dibandingkan opsi lainnya,” jelas laporan yang memantau perkembangan pemilu.

Penantian Menuju Penghitungan Suara

Semua tempat pemungutan suara di seluruh penjuru Thailand dijadwalkan menutup pintunya pada pukul 17.00 waktu setempat. Proses penghitungan suara untuk kedua pemungutan suara tersebut diperkirakan akan segera dimulai setelah penutupan.

Hasil akhir pemilu akan menjadi penentu utama dalam pembentukan pemerintahan koalisi berikutnya. Semua mata kini tertuju pada apakah Anutin Charnvirakul, yang memimpin pemerintahan sementara, dapat mengumpulkan dukungan yang cukup untuk mempertahankan posisi tertingginya. Suasana menegangkan namun tertib terasa di berbagai tempat pemungutan suara, mencerminkan sebuah momen penting dalam perjalanan demokrasi Thailand.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar