MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam terkait pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Dalam pidatonya di Malang, Jawa Timur, Minggu (8 Februari 2026), Presiden menegaskan bahwa meski dianugerahi kekayaan alam melimpah, negara justru kerap mengalami kebocoran aset akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama, yang menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.
Kekayaan Alam yang Terancam Hilang
Di hadapan para hadirin, Prabowo menggambarkan sebuah ironi yang memilukan. Indonesia, dengan segala potensi alamnya yang luar biasa, ternyata belum sepenuhnya mampu menjaga aset tersebut untuk kemakmuran rakyat. Ia melihat adanya pola kehilangan dan penyalahgunaan yang sistematis, yang dalam pandangannya telah berlangsung cukup lama.
"Masalahnya adalah apakah elite bangsa Indonesia pandai menjaga kekayaan tersebut. Ternyata saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga. Terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri. Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita. Terlalu banyak kekayaan kita yang dibawa lari ke luar negeri," ungkapnya tegas, mengutip tayangan Breaking News Metro TV.
Instruksi Tegas untuk Penindakan
Menyikapi realitas tersebut, Presiden menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia memberikan instruksi yang jelas kepada seluruh jajaran pemerintahannya untuk bertindak tegas tanpa keraguan. Prinsipnya sederhana namun tegas: membedakan yang benar dan yang salah, lalu bertindak sesuai koridor hukum.
"Kita jangan takut, jangan ragu, yang benar itu benar dan yang salah itu salah. Kita tidak boleh ragu-ragu dan saya dan pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, segala bentuk penipuan, segala bentuk manipulasi, atas kekayaan rakyat Indonesia," tegas Prabowo.
Komitmen di Garda Terdepan Pemberantasan Korupsi
Lebih dari sekadar pernyataan, pidato ini juga berisi komitmen politik yang kuat. Presiden menempatkan pemerintahannya sebagai ujung tombak dalam upaya memberantas praktik-praktik yang merampok hak rakyat. Janji untuk tidak berkompromi dengan pelaku kejahatan negara menjadi pesan sentral yang ingin disampaikan kepada publik.
Dengan nada yang penuh keyakinan, ia menutup pernyataannya dengan tekad bulat. "Saya tidak akan ragu-ragu dan saya tidak akan mundur setapak pun," kata Prabowo, menegaskan posisinya yang tak tergoyahkan dalam menjaga aset bangsa.
Artikel Terkait
Kecelakaan di Tol Jagorawi Diduga Akibat Pengemudi Kantuk, Dua Orang Luka Ringan
PBB Soroti Sinergi AI dan Ilmu Sosial untuk Kesetaraan Gender di Bidang Sains
Pemerintah Siapkan Skema Rusun Subsidi Kolaboratif dengan Danantara
Ketua Dewan Pers Dorong Google Segera Bahas Hak Penerbit di Indonesia