MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan mendalam terkait pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Dalam pidatonya di Malang, Jawa Timur, Minggu (8 Februari 2026), Presiden menegaskan bahwa meski dianugerahi kekayaan alam melimpah, negara justru kerap mengalami kebocoran aset akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama, yang menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.
Kekayaan Alam yang Terancam Hilang
Di hadapan para hadirin, Prabowo menggambarkan sebuah ironi yang memilukan. Indonesia, dengan segala potensi alamnya yang luar biasa, ternyata belum sepenuhnya mampu menjaga aset tersebut untuk kemakmuran rakyat. Ia melihat adanya pola kehilangan dan penyalahgunaan yang sistematis, yang dalam pandangannya telah berlangsung cukup lama.
"Masalahnya adalah apakah elite bangsa Indonesia pandai menjaga kekayaan tersebut. Ternyata saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga. Terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri. Terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita. Terlalu banyak kekayaan kita yang dibawa lari ke luar negeri," ungkapnya tegas, mengutip tayangan Breaking News Metro TV.
Artikel Terkait
Operasi Ketupat Lodaya 2026: 826.858 Kendaraan Padati Jalan Raya Puncak
KAI Logistik Catat Lonjakan 68% Volume Pengiriman Barang Saat Ramadan
GoPay Kini Bisa Tarik Tunai di ATM BRI dan Bank bjb Tanpa Kartu
Wakil Ketua MPR Soroti Ancaman Daya Saing Akibat Rendahnya Kemampuan Literasi Siswa