Stadion Gajayana, Malang, pagi itu sudah penuh sesak. Ribuan jemaah Nahdlatul Ulama memadati setiap sudut, dari lapangan hingga tribun, menunggu dimulainya Mujahadah Kubro yang menandai satu abad perjalanan organisasi keagamaan terbesar di negeri ini. Suasana hening khidmat tiba-tiba pecah oleh sorak dan lantunan salawat. Presiden Prabowo Subianto baru saja tiba.
Jam menunjukkan pukul 06.47 WIB. Prabowo turun dari mobil Maung Limousine Garuda RI-1, berbalut baju koko putih dan peci hitam yang sederhana. Sambutan hangat langsung datang dari Rais 'Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, yang telah menunggu di lokasi.
Antusiasme jemaah terasa nyata. Mereka duduk rapi membentuk shaf-shaf panjang di lapangan, sementara yang lain memenuhi tribun hingga tak tersisa kursi kosong. Sorakan dan salawat terus menggema, menyambut sang presiden yang berjalan perlahan didampingi para ajudan.
Dalam rombongannya, terlihat sejumlah nama penting. Ada Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Menteri Luar Negeri Sugiono. Mereka tampak mengikuti dari belakang, menyusuri jalan yang telah dibentuk oleh lautan manusia.
Artikel Terkait
Menkeu Suntik Rp100 Triliun Tambahan ke Perbankan Jaga Likuiditas Jelang Lebaran
Pemkot Mataram Kaji Wajibkan Pejabat Bersepeda ke Kantor
Ledakan Kedua di Pangkalan Irak Tewaskan 7 Personel, Klinik Militer Turut Dihantam
Contoh Rundown Acara Halalbihalal untuk Keluarga, Kantor, hingga Lingkungan RT