Kondisi serupa terlihat di Sumatera Utara, di mana 37 SPAM dari 45 unit telah berfungsi kembali. Perbaikan di beberapa lokasi lainnya masih menunggu penyesuaian desain teknis agar lebih tahan terhadap kondisi geologis setempat.
Strategi Darurat dan Jangka Panjang
Mengingat tidak semua infrastruktur dapat dipulihkan dengan cepat, Kementerian PU juga mengerahkan ratusan sarana darurat sebagai solusi interim. Sebanyak 537 unit sarana pendukung, seperti instalasi pengolahan air mobile, mobil tangki, dan toilet portable, disiagakan untuk menjangkau daerah-daerah yang masih dalam proses perbaikan intensif.
Untuk menjamin ketersediaan air baku yang berkelanjutan, strategi jangka panjang juga dijalankan secara paralel. Fokusnya adalah pada pembangunan sumur bor baru, baik yang dangkal maupun dalam. Hingga saat ini, Ditjen Sumber Daya Air membangun 25 unit sumur bor dalam, terutama di Aceh dan Sumatera Barat.
Sementara itu, Ditjen Cipta Karya menggarap 103 unit sumur bor tambahan yang tersebar di tiga provinsi. Progresnya beragam; sebagian telah selesai dan dimanfaatkan warga, sebagian lagi masih dalam tahap pengerjaan atau bahkan survei awal untuk menentukan titik pengeboran yang tepat.
Langkah-langkah komprehensif ini menunjukkan pendekatan bertahap yang tidak hanya berfokus pada pemulihan cepat, tetapi juga pada penguatan infrastruktur dasar untuk ketahanan masyarakat di masa mendatang.
Artikel Terkait
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha
Geliat Ekonomi Daerah Melonjak Tiga Kali Lipat Saat Mudik Lebaran
Senegal Ajukan Banding ke CAS Soal Pencabutan Gelar Juara Piala Afrika 2025