Di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu lalu, suasana tampak biasa. Tapi di balik itu, pembicaraan serius terus berlangsung. Badan Gizi Nasional dan Kementerian Sosial sedang menggodok skema program Makan Bergizi Gratis untuk lansia dan penyandang disabilitas. Intinya, mereka ingin program ini benar-benar tepat sasaran.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengakui bahwa koordinasi antar-lembaga ini memang butuh ketelitian. Menurutnya, skema untuk lansia terutama yang sebatang kara di atas 75 tahun sebenarnya sudah berjalan. Kemensos selama ini rutin memberi mereka makan dua kali sehari.
"Nah, kemudian karena sekarang ada Makan Bergizi, Pak Menteri Sosial menginginkan ada integrasi dan kita masih memikirkan mekanismenya," ujar Dadan.
Di sisi lain, teknis pelaksanaannya masih jadi bahan diskusi panjang. Bagaimana caranya agar tidak tumpang-tindih? Itu yang sedang dicari solusinya.
Soal penyediaan makanan pun masih dalam kajian. Belum jelas nantinya akan disalurkan lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi milik BGN atau tetap memakai saluran yang sudah ada di Kemensos. Dadan menjelaskan, "Untuk makanan nanti kita lihat mekanismenya, apakah itu dari Kementerian Sosial atau dari Badan Gizi Nasional. Jadi mekanismenya sedang kita matangkan."
Namun begitu, satu hal sudah pasti. Aspek pengasuhan dan pendampingan lansia tetap menjadi tanggung jawab Kemensos. Koordinasi lintas kementerian ini diharapkan bisa membuat bantuan gizi berjalan lebih efektif, tanpa ada yang terlewat.
Artikel Terkait
Pemerintah Alihkan Fokus ke Swasembada Protein Setelah Beras
Hasil Visum Psikiatrik: Pelaku Racun Keluarga di Warakas Dinyatakan Tidak Gangguan Jiwa Berat
BPJS Kesehatan Sediakan Empat Cara Cek Status Peserta Secara Digital
MUI Serukan Gotong Royong dan Luncurkan Aksi Nyata Tangani Bencana