Menteri Kehutanan Tekankan Integrasi Kearifan Lokal dalam Konservasi Lahan Basah

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:15 WIB
Menteri Kehutanan Tekankan Integrasi Kearifan Lokal dalam Konservasi Lahan Basah

Pernyataan ini menggarisbawahi fungsi strategis lahan basah, mulai dari penjaga keanekaragaman hayati, penopang ekonomi lokal, hingga perannya yang krusial dalam mitigasi perubahan iklim sebagai penyerap karbon.

Komitmen Indonesia dan Kolaborasi Internasional

Sebagai negara dengan kekayaan lahan basah tropis terbesar di dunia, Raja Juli mengingatkan bahwa Indonesia memikul tanggung jawab besar. Dia menyebutkan bahwa Indonesia telah mendaftarkan delapan situs lahan basahnya ke dalam Konvensi Ramsar, sebuah komitmen internasional untuk perlindungan.

“Sekitar 23 persen mangrove dunia berada di Indonesia, dan kita juga memiliki gambut tropis terbesar di dunia. Ini adalah titipan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita jaga bersama-sama,” tuturnya.

Komitmen ini mendapat dukungan dari mitra internasional. Alice Birnbaum, perwakilan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, menyatakan kebanggaan atas kerja sama yang telah terjalin. Dia menegaskan bahwa perlindungan ekosistem harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Mangrove ini tidak hanya indah tapi juga diakui secara global sebagai penopang keanekaragaman hayati dan pondasi bagi ekosistem. Kami berkomitmen untuk melindungi ekosistem sekaligus memperkuat masyarakat pesisir. Kita di sini hadir ini menjadi babak baru menuju keberlanjutan,” ungkap Alice Birnbaum.

Kolaborasi yang dibangun ini menunjukkan bahwa upaya menjaga warisan alam Indonesia membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, baik nasional maupun global, dengan menghargai pengetahuan yang telah hidup dan berkembang di dalam komunitas lokal selama berabad-abad.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar